Acute Coronary Syndrome (ACS) merupakan kondisi kegawatan yang paling sering mengakibatkan kematian. Pasien dengan Acute Coroner Syndrome (ACS) dapat memiliki angka morbiditas dan mortilitas yang tinggi. Penyebab Acute Coronary Syndrome (ACS) adalah terjadinya oklusi mendadak arteri koroner, sehingga harus diobati dengan tepat dan cepat. Pentingnya respon awal keluarga untuk menentukan pre hospital delay setelah terjadinya serangan Acute Coroner Syndrome (ACS) sangat mempengaruhi ketercapaian kondisi klinis pasien yang lebih baik. Tujuan untuk mengetahui hubungan respon awal saat muncul tanda dan gejala dengan pre hospital delay pada pasien Acute Coroner Syndrome (ACS) di IGD RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Jenis penelitaian kuantitatif menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan Purposive sampling (judgmental sampling). Penelitian ini dilakukan pada 30 responden dengan kriteria inklusi. Data didapatkan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil uji Two Sample kolmogrof-smirnov diperoleh nilai P Value = 0.452 (α>0.05), Two Sample kolmogrove-smirnov diperoleh nilai P Value = 0.115 (α>0.05), Fisher’s Exact diperoleh nilai P Value = 0.028 (α< 0.05). Tidak ada hubungan antara respon awal saat muncul tanda dan gejala dengan pre hospital delay pada pasien Acute Coroner Syndrome (ACS) di IGD RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.
Copyrights © 2025