Penelitian ini bertujuan menganalisis sentimen, sikap, sasaran evaluasi, dan tema respons pengguna YouTube terhadap retorika “londo ireng” Presiden Prabowo dalam pemberitaan BBC News Indonesia. Penelitian menggunakan analisis isi komputasional deskriptif terhadap komentar publik yang dikumpulkan melalui antarmuka pemrograman aplikasi YouTube. Pembersihan teks dilakukan minimal agar negasi, tanda baca, dan emoji tetap mempertahankan fungsi maknanya. Klasifikasi sentimen dilakukan oleh IndoBERT berbasis konteks dan diperiksa menggunakan model bahasa kontekstual dengan rubrik semantik yang sama. Kesepakatan antarsistem berada pada tingkat sedang meskipun proporsi kesepakatan mentah tinggi. Analisis menunjukkan dominasi respons negatif dan penolakan, sedangkan dukungan muncul terbatas, terutama berkaitan dengan ketidakpercayaan terhadap media atau lembaga swadaya masyarakat. Temuan menegaskan bahwa sentimen dan sikap tidak identik karena komentar negatif dapat diarahkan kepada media sekaligus mendukung pernyataan Presiden. Ruang komentar berfungsi sebagai arena evaluasi politik, tetapi juga memuat serangan personal, humor, dan sarkasme yang menantang klasifikasi otomatis. Generalisasi dibatasi pada pengguna yang aktif berkomentar pada video tersebut.
Copyrights © 2026