Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan terapi antipsikotik jangka panjang. Ketidakpatuhan minum obat menjadi tantangan utama karena dapat memicu kekambuhan, rehospitalisasi, dan penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya. Desain penelitian menggunakan studi deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh pasien skizofrenia yang terdaftar (n=58) dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik demografis dan kuesioner kepatuhan minum obat yang telah teruji validitas (r=0,618–0,839) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha=0,964). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 26–45 tahun (69%), perempuan (60,3%), berpendidikan menengah ke bawah (69%), berpendapatan <2 juta/bulan (75,9%), serta memiliki kepatuhan rendah (43,1%). Terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,042), jenis kelamin (p=0,031), pendidikan (p=0,004), dan pendapatan (p=0,032) dengan kepatuhan minum obat. Pasien lanjut usia, laki-laki, dan yang memiliki pendidikan serta pendapatan lebih tinggi cenderung lebih patuh.
Copyrights © 2025