Patah tulang atau fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang menyebabkan terganggunya kebutuhan mobiltas pada manusia dan fraktur dapat menyebabkan nyeri, bunyi krepitasi, serta perubahan bentuk atau struktur tulang yang bisa berdampak pada masalah psikologis, seperti kesulitan dalam menerima kondisi diri. Penelitian ini secara garis besar bertujuan untuk mengetahui apakah adanya Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Tingkat Kemandirian Dalam Daily Activity Pada Pasien Fraktur Di Ruang Orthopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan Non-Eksperimental dengan pendekatan Correlation analysis design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil uji reliabilitas karena lembar kuisoner penerimaan diri berkisar antara 0,274 hingga 0,872, sehingga skala penerimaan diri terbukti reliabel. Hasil uji reliabilitas Indeks Barthel r hitung pada masing-masing butir pernyataan sebesar 0,788 – 0,949 dan nilai chronbach alpha sebesar 0,999. Uji statistik yang digunakan adalah uji Correlation Spearman. Mayoritas responden memiliki skala penerimaan diri kategori sedang (50%). Hasil Analisa ketergantungan mayoritas dalam kategori ringan (40%). Hasil uji Analisa hubungan penerimaan diri dengan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari didapatkan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (Daily Activity) pada pasien fraktur.
Copyrights © 2025