Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETEPATAN PERAWAT DALAM PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN PADA PASIEN CEDERA KEPALA SEDANG DI RUANG BEDAH RSUD KABUPATEN TANAH BUMBU Yosra Sigit Pramono; Rifa’atul Mahmudah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 9, No 4 (2019): November 2019
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.168 KB) | DOI: 10.33846/2trik9406

Abstract

Traumatic brain injury is an injury that occurs due to external mechanical pressure on the cranium and intracranial components, giving rise to temporary or permanent damage to the brain, functional disorders, or psychosocial disorders. Hypotension and hypoxia is the main cause of the injured brain secondary resulting in the establishment of a lesion ischemic post traumatic. Analyzed the most correlate factor accuracy of administering oxygen therapy by nurses to the severe head injury patients in surgical ward RSUD Kabupaten Tanah Bumbu 2015. The research used cross sectional design. Independent variable was administering of oxygen therapy and dependent variable was all the factor that correlate. The instrument in this research were questionnaire and observational checklist. Dara were analyzed using multiple logistic regression test. There was no factors correlate between the administered of oxygen therapy to the case of severe head injury. The statistical result test were p-value = 0.999 for the environment factor and p-value = 0.239 for the policy of hospital management. Based on the result of this research, it is important to increase the nursing knowledge and perception of Oxygen Therapy that appropiate by Standart Operational Procedure (SOP), so that to the next researcher has to additional or change the other variable. Keywords: oxygen therapy, head injury ABSTRAK Cedera kepala merupakan penyebab utama kematian dan cacat di antara pengguna sepeda motor, dan biaya dari cedera kepala yang tinggi karena mereka sering memerlukan perawatan medis khusus atau rehabilitasi jangka panjang dan kerugian lainnya seperti kerugian material. Pengelolaan cedera kepala yang baik akan mempengaruhi outcome pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawat dalam pemberian terapi oksigen pada pasien cedera kepala sedang di Ruang Bedah RSUD Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini menggunakan metode riset kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi bersifat cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 21 responden. Teknik sampling pada penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan sampel jenuh. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan check list obeservasi dengan uji analisi menggunakan regresi logistic ganda. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa p value 0,999 (p-value > 0,05) pada faktor lingkungan dan p value 0,239 (p-value > 0,05) pada faktor kebijakan rumah sakit. Maka, tidak ada faktor yang berhubungan dengan pemberian terapi oksigen pada pasien cedera kepala sedang. Tidak ada faktor dominan yang mempengaruhi ketepatan pemberian terapi oksigen pada pasien cedera kepala sedang di RSUD Kabupaten Tanah Bumbu. Keyword: terapi oksigen, cedera kepala
Edukasi Dampak Kecanduan Konten Short-Form Terhadap Attention Span dan Konsentrasi Belajar Pada Siswa di SMAN X Banjarmasin Umi Hanik Fetriyah; Rifa’atul Mahmudah; Muhammad Riduansyah; Rahmat Bagus Santoso; Nor Azizah; Abrar Aulia Zidan; Aska Aska; Maulidya Sabrina; Ni Kadek Novita; Nor Saidah; Nur Fitriana; Nur Hidayat; Risti Riantiny; Sophia Mayra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1382

Abstract

Konten short-form seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts semakin banyak digunakan oleh remaja. Penggunaan yang berlebihan dapat memengaruhi attention span dan konsentrasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak kecanduan konten short-form terhadap attention span dan konsentrasi belajar. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian media edukasi berupa poster, leaflet, video edukasi, dan presentasi PowerPoint. Kegiatan dilaksanakan pada 34 siswa kelas X di SMAN X Banjarmasin. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pre-test sebesar 61,17 meningkat menjadi 87,05 pada post-test dengan rata-rata peningkatan sebesar 25,88 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak konten short-form terhadap attention span dan konsentrasi belajar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi digital dan mendorong penggunaan media sosial yang lebih sehat pada remaja.
Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe II Tri Wahyuni; Onieqie Ayu Dhea Manto; M. Sobirin Mohtar; Rifa’atul Mahmudah
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7193

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi urin, kerja insulin atau keduanya. Tingkat kepatuhan dalam minum obat sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pengobatan diabetes melitus, dengan studi menunjukkan kepatuhan DM tipe 1 berkisar 70-83% dan tipe 2 sekitar 64-78%. Aktivitas fisik dapat menurunkan kadar gula darah, penggunaan glukosa dalam otot yang tidak memerlukan insulin. aktivitas fisik teratur, seperti jalan kaki, adalah salah satu cara efektif untuk mengelola diabetes. Mengetahui Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat dan Aktivitas Fisik Terhadap Kadar Gula Darah Pasien DM tipe II di Poli Penyakit Dalam RSUD Hanau Kalimantan Tengah. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 67 orang dengan purposive sampling. Populasi yang diambil yaitu pasien dengan diabetes mellitus tipe II. Instrumen yang digunakan adalah MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) dengan validitas konstruk MMAS-8 sebesar r = 0,38 (p < 0,001). Uji reliabilitas internal dengan Cronbach’s Alpha = 0,83. Kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) menunjukkan korelasi moderat dengan accelerometer dan IPAQ (r = 0,48–0,65). Nilai Cronbach’s Alpha GPAQ versi Indonesia = 0,76–0,83 menandakan konsistensi internal yang baik. Berdasarkan hasil Penelitian menggunakan uji spearman Rank menunjukan nilai yang signifikan sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam begitu juga dengan aktivitas fisik nilai yang didapat signifikan sebesar 0.003 yang lebih kecil dari 0.05 sebagai taraf yang telah ditentukan (p value < α) sehingga hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kadar gula darah pasien Diabetes Mellitus di Poli Penyakit Dalam.
Hubungan Penerimaan Diri terhadap Tingkat Kemandirian dalam Daily Activity pada Pasien Fraktur Muhamad Aldi; Rifa’atul Mahmudah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.725

Abstract

Patah tulang atau fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang menyebabkan terganggunya kebutuhan mobiltas pada manusia dan fraktur dapat menyebabkan nyeri, bunyi krepitasi, serta perubahan bentuk atau struktur tulang yang bisa berdampak pada masalah psikologis, seperti kesulitan dalam menerima kondisi diri. Penelitian ini secara garis besar bertujuan untuk mengetahui apakah adanya Hubungan Penerimaan Diri Terhadap Tingkat Kemandirian Dalam Daily Activity Pada Pasien Fraktur Di Ruang Orthopedi RSUD Ulin Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan Non-Eksperimental dengan pendekatan Correlation analysis design. Jumlah sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil uji reliabilitas karena lembar kuisoner penerimaan diri berkisar antara 0,274 hingga 0,872, sehingga skala penerimaan diri terbukti reliabel. Hasil uji reliabilitas Indeks Barthel r hitung pada masing-masing butir pernyataan sebesar 0,788 – 0,949 dan nilai chronbach alpha sebesar 0,999. Uji statistik yang digunakan adalah uji Correlation Spearman. Mayoritas responden memiliki skala penerimaan diri kategori sedang (50%). Hasil Analisa ketergantungan mayoritas dalam kategori ringan (40%). Hasil uji Analisa hubungan penerimaan diri dengan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari didapatkan p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan tingkat kemandirian dalam aktivitas sehari-hari (Daily Activity) pada pasien fraktur.
Edukasi Hipertensi Berbasis Bahasa Banjar dan Pemanfaatan Infused Water Mentimun pada Lansia di Panti Uma Kandung Rian Tasalim; Naili Rahmah; Nur Fitriana; Resty Aulia Ramadini; Tasya Tria Ananda Ananda; Ridha Risalda Lauzia; Siti Rahmah; Muhammad Arief Wicaksono; Rifa’atul Mahmudah; Muhammad Riduansyah
JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Suaka Insan Mengabdi (JSIM)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jsim.v8i1.974

Abstract

Hypertension is a prevalent health issue among the elderly, contributing to severe cardiovascular complications. Indonesia’s 2018 Basic Health Research (Riskesdas) reported that hypertension affects more than 50% of older adults aged 65–74 years. This community service program aimed to improve elderly knowledge and skills in hypertension prevention through Banjar language-based education and the use of cucumber infused water as a complementary approach. A participatory method was applied, involving lecturers, students, and 30 elderly residents at Uma Kandung Social Nursing Home, Banjarmasin. Activities included blood pressure measurement, health education in Banjar language, cucumber infused water preparation, blood pressure monitoring practice, and evaluation with pre- and post-tests. Findings indicated improved knowledge from 40% to 83% and a reduction in systolic blood pressure by 8–10 mmHg and diastolic by 5–7 mmHg. Participants also showed higher motivation for routine monitoring and healthier lifestyles. In conclusion, integrating culturally based education with cucumber infused water is effective in enhancing health literacy and promoting hypertension control behaviors among the elderly.