Pada olahraga sepakbola ankle merupakan area atau regio yang paling banyak terjadi cedera. Sering kali ankle injury mengganggu bakan dapat menyebabkan penurunan tingkat aktivitas fungsional pada atlet. Pada kondisi ini, dapat diberikan intervensi berupa myofascial release dan mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi myofascial release dan mobilisasi pada ankle injury terhadap peningkatan aktivitas fungsional atlet sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah atlet di PSIS Semarang yang berjumlah 21 orang dengan menggunakan tehnik total sampling dikarenakan jumlah atlet dalam tim kurang dari 30 orang. Dengan memberikan perlakuan myofascial release dan mobilisasi. Kemampuan fungsional diukur menggunakan alat ukur Foot and Ankle Ability Measure (FAAM). Hasil: Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, didapatkan hasil nilai pre-test p (0,020) dan post-test p(0,043). Dari data tersebut diketahui bahwa nilai p<0,05, maka data dikatakan tidak normal. Karena data berdistribusi tidak normal maka uji pengaruh menggunakan Wilcoxon dengan hasil nilai p (0,001). Dari data tersebut diketahui bahwa nilai p<0,05, maka data dikatakan berpengaruh dimana Ha diterima dan H0 ditolak.
Copyrights © 2025