Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat kecemasan atlet junior dan kinerja angkat besi mereka di PABERSI Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang dipadukan dengan pendekatan kuantitatif. Empat atlet angkat besi junior dari PABERSI Kabupaten Kuningan merupakan populasi penelitian ini, sehingga metode yang digunakan adalah sensus atau total sampling. Tes satu repetisi maksimum (1RM) pada squat, bench press, dan deadlift digunakan untuk menentukan hasil angkatan. Kuesioner Sport Anxiety Scale (SAS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan, yang mencakup aspek kecemasan somatik, kekhawatiran, dan gangguan konsentrasi. Uji normalitas Shapiro-Wilk dan diagram pencar digunakan dalam analisis data untuk memeriksa linearitas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa data tingkat kecemasan dan hasil angkatan didistribusikan secara normal, yang memenuhi persyaratan untuk melakukan analisis Pearson Product Moment. Hasil analisis ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r = -0,775), yang menunjukkan korelasi negatif antara tingkat kecemasan dan hasil atlet. Namun, tingkat signifikansi lebih dari 0,05, artinya hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketika tingkat kecemasan atlet meningkat, hasil angkatan cenderung menurun, meskipun dampaknya belum signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi negatif yang kuat tetapi tidak signifikan secara statistik antara tingkat kecemasan dan angkatan junior PABERSI Kabupaten Kuningan.
Copyrights © 2026