Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan dapat menimbulkan kelelahan (fatigue) yang berdampak pada kualitas hidup. Bukti mengenai hubungan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan pada lansia di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tersebut pada lansia di Desa Licin, Sumedang. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 62 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Tingkat kelelahan diukur dengan Fatigue Severity Scale (FSS) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya pada populasi lansia dengan seluruh item dinyatakan valid serta nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,966, sedangkan durasi hipertensi dikategorikan menjadi <5 tahun, 5–10 tahun, dan >10 tahun . Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearman Rank (p < 0,05). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengalami hipertensi kurang dari lima tahun dan memiliki tingkat kelelahan kategori ringan menuju sedang. Analisis statistik menemukan hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara durasi hipertensi dan tingkat kelelahan (ρ = 0,868; p < 0,001). Semakin lama seseorang menderita hipertensi, semakin tinggi tingkat kelelahan yang dialaminya.
Copyrights © 2025