Edukasi melalui discharge planning menjadi komponen penting dalam memastikan keberhasilan perawatan pasien stroke di rumah. Media audio-visual dinilai mampu meningkatkan pemahaman keluarga karena menyajikan informasi secara lebih jelas dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh discharge planning berbasis media audio-visual terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapan keluarga dalam merawat pasien stroke. Metode pada penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre post test with control group. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan consecutive sampling dan 46 responden dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 23) dan kontrol (n = 23). Pengukuran pengetahuan dan kesiapan keluarga dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian ini yaitu pada kelompok intervensi, nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 16,35 ± 1,721 menjadi 19,87 ± 0,344, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 15,61 ± 1,076 menjadi 16,56 ± 1,674. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada nilai post-test (p = 0,003). Untuk variabel kesiapan, kelompok intervensi meningkat dari 24,73 ± 0,688 menjadi 43,22 ± 2,295, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 24,56 ± 0,506 menjadi 27,70 ± 2,584, dengan perbedaan signifikan pada post-test (p = 0,003). Nilai pre-test tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p > 0,05). Dapat disimpulkan bahwa discharge planning berbasis media audio-visual efektif meningkatkan pengetahuan dan kesiapan keluarga secara signifikan dibandingkan edukasi konvensional. Intervensi ini dapat direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien stroke di rumah.
Copyrights © 2025