Anestesi spinal merupakan metode yang umum digunakan pada sectio caesarea karena efeknya cepat dan efektif, namun sering menimbulkan mual muntah. Salah satu faktor yang berperan adalah ketinggian blok, di mana blok yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hipotensi, peningkatan aktivitas vagal, dan stimulasi pusat muntah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketinggian blok spinal dengan kejadian mual muntah pada pasien sectio caesarea di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif korelasional cross-sectional dengan 55 responden sesuai kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi level blok spinal dan kondisi mual muntah selama intraoperatif meliputi distribusi ketinggian blok serta frekuensi dan kategori mual muntah, untuk melihat kecenderungan hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki ketinggian blok ≤ T6 sebanyak 31 orang (56,4%), dan mual muntah berat dialami oleh 22 responden (40%). Uji Spearman menghasilkan nilai korelasi r = –0,755 dengan p < 0,001, yang menunjukkan hubungan kuat dan signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ketinggian blok spinal dan kejadian mual muntah pada pasien sectio caesarea.
Copyrights © 2025