Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres yang dialami oleh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, di mana data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengisian kuesioner oleh 83 orang tua murid yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden terdiri dari 1 orang remaja akhir (1,3%), 22 orang dewasa awal, dan 57 orang dewasa akhir (71,3%). Dari total responden, 71 orang (88,8%) adalah perempuan dan 9 orang (11,2%) adalah laki-laki. Tingkat stres yang dialami oleh orang tua terbagi dalam kategori stres ringan sebanyak 14 orang (17,5%) dan stres sedang sebanyak 66 orang (82,5%). Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus, termasuk kekhawatiran yang sering dialami oleh ibu, seperti rasa cemas akan masa depan anak dan pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pihak terkait dalam meningkatkan dukungan bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Copyrights © 2025