Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FACTORS AFFECTING THE QUALITY OF LIFE AMONG PULMONARY TUBERCULOSIS PATIENTS: A LITERATURE REVIEW Febi Septiani; Meira Erawati; Suhartini
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan January-June 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v11i1.351

Abstract

Background: The quality of life for tuberculosis patients remains elusive, affecting their physical, mental, and social well-being. Objectives: The purpose of this scoping review aimed to discuss issues, patient perceptions, and comprehend the impact of pulmonary tuberculosis on the patient's quality of life. Design: This study was conducted by following a scoping framework. Data Sources: This study was carried out following a scoping review framework. This study's literature search relied on data from ScienceDirect, Scopus, EBSCO, ProQuest, ClinicalKey, SpringerLink, ProQuest, and Pubmed. By using the keywords “quality of life” AND “tuberculosis” AND “treatment” OR “perception” OR “experience”. This scoping review leverages a data method derived from 9 articles published between 2016 and 2021. Physical weakness, financial decline, psychological, emotional stress, depression, and stigma experienced by patients are all common problems. Review Methods: The article screening method is used for the review, and it is guided by the PRISMA flowchart. Extraction is carried out on Google Sheets, and synthesis is carried out from the extraction results. Results: This scoping review provides a comprehensive overview of three components of patient impact: 1) physical impact, 2) mental impact experienced by tuberculosis patients, and 3) social impact of tuberculosis patients. There are also six issues to consider: 1) physical disorders (weakness, cough, nausea, vomiting, dizziness, shortness of breath), 2) financial decline, 3) psychological disorders (sad, worried), 4) emotional, 5) depression, and 6) stigma. Conclusion: To enhance the quality of life of Tuberculosis patients, the quality of life must be examined from all perspectives, including physical, mental, and social elements, by intensifying regular health education and self-care management.
PENGARUH COACHING TERHADAP SELF EFFICACY PADA PASIEN STROKE ISKEMIK: KAJIAN LITERATURE REVIEW Fuji Istiana; Febi Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v8i01.431

Abstract

Latar Belakang: Stroke iskemik menimbulkan beberapa dampak, diantaranya yaitu pembatasan fisik, disfungsi sosial dan psikologi yang dapat menyebabkan perubahan kondisi sehingga dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang berhubungan dengan self efficacy. Hasil pengkajian psikologi menunjukkan bahwa pasien-pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth medan rata-rata mengatakan kurang memiliki keinginan melakukan latihan fisik karena tidak yakin menghadapi gangguan fisik yang dialaminya. Coaching merupakan salah satu upaya yang dapat mempengaruhi self efficacy pada pasien stroke dalam melakukan aktivitas atau latihan gerak.Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review. Sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah jurnal, artikel dan buku referensi dengan kata kunci self efficacy, stroke, dan coaching.Hasil: Beberapa elemen yang ada pada coaching dapat meningkatkan self efficacy pada pasien stroke iskemik. Pemberian informasi yang berupa edukasi tentang stroke, stroke self management, aktivitas sehari-hari dan pola gaya hidup yang sehat dan keterampilan berupa latihan ROM (Range Of Motion) dapat mempengaruhi proses kognitif, Negotiating health behavior dapat mempengaruhi proses seleksi dengan pendekatan psikoterapi untuk menangani perilaku maladaptif melalui tujuan yang berorientasi dan prosedur sistematis, penyediaan training pemecahan masalah dapat mempengaruhi proses motivasional. dalam proses motivasional seseorang membentuk keyakinan bahwa diri mereka mampu dan mengantisipasi berbagai kemungkinan outcome positif dan negatif. Penyediaan training pemecahan masalah sebagai salah satu elemen dari strategi coaching hadir sebagai upaya yang dapat mempengaruhi proses motivasional sebagai dimensi dalam self efficacy, dan membantu aspek emosional dapat mempengaruhi proses afektif dalam atribut self efficacy yang dipengaruhi oleh tekanan yang dialami ketika seseorang menghadapi situasi-situasi yang mengancam, dimana reaksi-reaksi emosional tersebut dapat mempengaruhi tindakan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pengubahan jalan pikiran.Kesimpulan: Coaching yang terdiri dari beberapa elemen dapat digunakan perawat sebagai intervensi dalam upaya peningkatan self efficacy pada pasien stroke iskemik.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PASIEN TUBERKULOSIS: LITERATUR REVIEW Febi Septiani Febi Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA D-III KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v8i01.397

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kualitas keperawatan dapat dilakukan dengan transformasional leadership. Kepemimpinan transformasional adalah proses yang memotivasi dengan gagasan dan nilai moral yang lebih tinggi di mana pemimpin memiliki seperangkat nilai dan gagasan dalam memotivasi untuk bertindak dengan cara yang mementingkan keperluan orang lain dari pada kepentingan mereka sendiri.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Sumber Pustaka yang digunakan adalah Undang-Undang dan Jurnal. Sumber literatur artikel terdiri dari Scopus, Science direct, Proques, JSTOR, EBSCOhost, Spingerlink, Pubmed, Google Scholar. Dengan menggunakan kata kunci “tuberculosis”, “patient perspective”, “quality of nursing”dan “transformational leadership”.Hasil: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan melalui stimulasi intelektual, pertimbangan individual, motivasi inspirasional, pengaruh idea yaitu dengan cara perawat memberikan motivasi, memberikan informasi, mengembangkan ide, mendengarkan dan memperhatikan secara empati sehingga pengetahuan pasien bertambah dan pasien merasakan semangat dalam menjalani pengobatan yang bertujuan untuk kesembuhan pasien tuberkulosis sehingga meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit.Kesimpulan: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan perawat dalam meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit.
Case Study: Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Pada Pasien Ny. S Dengan Hipertensi di Ruang Sankai Rs Nishihara Keiaien Okinawa Jepang Rifai, Irfan; Kurniawan, Wasis Eko; Septiani, Febi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 9 (2024): September
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13683396

Abstract

Hypertension is a medical condition characterized by an increase in blood pressure above normal limits. It is characterized by a systolic blood pressure of 140 mmHg or higher, or a diastolic blood pressure of 90 mmHg or higher. One of the nursing problems in hypertensive patients that requires special treatment is pain. This research aims to provide pain nursing care to Mrs. S with Hypertension in the Sankai Room of Nishihara Keiaien Hospital, Okinawa, Japan. This research uses a descriptive method with a case study approach. The case study instrument uses a format for documenting nursing care, observation, interviews and physical examination. The results of the research after the nursing care process was carried out for 3 days showed that complaints of pain decreased, complaints of grimaces decreased. It is hoped that by applying deep breathing techniques, treatment actions can be in accordance with established procedures.
Mindfulness Intervention for Post-Stroke Patients: Literature Review Jerau, Emiliani Elsi; Magenda Bisma; Septiani, Febi
Java Nursing Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July - October 2024
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v2i3.61

Abstract

Introduction: Physical dysfunction can increase the psychological burden that hinders daily life and affects the quality of life in stroke patients. Appropriate management and treatment are needed to provide optimal recovery. One intervention that can be implemented is mindfulness. Aims: To identify and determine the benefits obtained by applying mindfulness interventions in stroke patients. Methods: This study used the method of literature review study and article search method using electronic databases Science Direct, Scopus, PubMed, and Google Scholar with a range of 2018 to 2024. Findings: The review of 7 articles showed that mindfulness interventions have benefits for post-stroke patients in improving cognitive skills, reducing post-stroke anxiety and depression, improving social and emotional well-being, and improving quality of life. Conclusion: Mindfulness intervention can be one of the holistic approaches that can be done in the chronic phase and post-stroke rehabilitation.
Asuhan Keperawatan Gangguan Memori Pada NY. M Dengan Demensia Di Lantai 3 Rumah Sakit The Season Izumi Osaka Jepang Kusnuraini, Tresna; Siwi, Adiratna Sekar; Septiani, Febi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.17645

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2023 memprediksi 35,6 juta orang yang berusia lanjut di seluruh dunia akan mengalami gangguan memori atau fungsi kognitif di antaranya tinggal di negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Masalah yang sering muncul pada pasien dengan demensia adalah gangguan memori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak dari fisioterapi yang diberikan terhadap proses penyembuhan pasien dengan demensia. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada individu penderita demensia penelitian dilakukan 20-23 Oktober 2023 di Rumah Sakit The Season Izumi Osaka Jepang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara pada pasien. Pada case study ini penulis menyajikan data asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi yang disajikan dalam bentuk narasi. Penelitian ini dilakukan pada satu pasien yang mengalami gangguan memori sehingga pasien mengalami demensia. Penelitian yang dilakukan selama tiga hari memperoleh hasil bahwa intervensi berpengaruh sebagian karena kurangnya dukungan dan motivasi dari keluarga mengakibatkan pasien kurang termotivasi untuk berpartisipasi dalam aktivitas terapi senam otak.
Pengendalian Faktor Risiko Prediabetes Di Posyandu Lansia Mugi Sehat Desa Dukuhwaluh Nabila, Nurun; Siwi, Adiratna Sekar; Septiani, Febi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i2.13171

Abstract

Prediabetes merupakan kondisi yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik. Skirining faktor risiko prediabetes menjadi langkah penting dalam deteksi dini dan pencegahan diabetes. Melalui deteksi dini terhadap kondisi kesehatan melalui skrining,memungkinan identifikasi kadar gula darah yang tinggi atau berada dalam rentang prediabetes. Jika kondisi ini segera diketahui, maka intervensi berupa perubahan gaya hidup dan pola makan sehat dapat dilakukan lebih awal untuk mencegah progresivitas menuju diabetes mellitus tipe 2. Pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko prediabetes pada lansia menggunakan skor risiko Indonesian Prediabetes Risk Score (INA-PRISC) dan kuesioner pola makan dengan Food Frequency Quaesionaure (FFQ) pada lansia. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah dengan survei menggunakan kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada kategori risiko menengah prediabetes, dengan faktor risiko usia, aktivitas fisik dan pola makan menjadi faktor yang menyumbang skor tertinggi. Selain itu, mayoritas responden diketahui mengonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat utama dengan frekuensi yang cukup tinggi setiap harinya. Kesimpulan kegiatan ini dapat mengetahui faktor risiko prediabetes dan pola makan pada responden. Kata Kunci: Prediabetes, Faktor Risiko, Skrining
PREDIABETES RISK FACTOR CONTROL EDUCATION AT THE MUGI ELDERLY POSYANDU IS HEALTHY, DUKUHWALUH VILLAGE Nabila, Nurun; Adiratna Sekar Siwi; Febi Septiani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 2 (2025): Vol. 2 No. 2 Edisi April 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i2.598

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a condition when the body is unable to produce or use insulin effectively, resulting in increased glucose levels in the blood. Before the onset of type 2 DM, it is important to pay attention to the condition of prediabetes. As one of the global health problems, DM can be prevented through proper education and regular monitoring of fasting blood sugar levels. This service aims to identify fasting blood sugar and evaluate the effectiveness of education in increasing knowledge in the elderly. The method used is health education through lectures and interactive discussions at the Mugi Sehat Elderly Posyandu, Dukuhwaluh Village. The results of the activity showed that some of the results of the fasting blood sugar test were within the normal limit. The provision of education was proven to increase the level of understanding of respondents, which was shown by an increase in knowledge scores from the average pre-test of 70.31 to 86.93 in the post-test after the intervention. In conclusion, health education plays an important role in increasing the awareness of the elderly about controlling prediabetes risk factors to prevent the development of diabetes.
Penerapan Guided Imagery untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Thessara, Shafira Octafia Ramadani; Jerau, Emiliani Elsi; Septiani, Febi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 6 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i6.703

Abstract

Introduction: Cesarean section often causes postoperative pain that can hinder maternal recovery and comfort. Guided imagery, a non-pharmacological relaxation technique, can be used to help reduce pain and improve well-being. Objective: This community service to implement the guided imagery as a non-pharmacological method to reduce postoperative pain in cesarean section patients. Method: This community service activity was carried out in the inpatient ward of Purwokerto Islamic Hospital on July 9–25, 2025, by demonstrating guided imagery techniques to 27 post-cesarean section patients aged 17–35 years with mild to moderate pain levels.  The guided imagery intervention was conducted for three consecutive days, with each session lasting 15 minutes, covering relaxation, breathing focus, visualization of a calming place, and positive affirmations, using leaflets as a guide. Pain levels were measured before and after each session using a Numeric Rating Scale (NRS) to assess changes in pain intensity. Result: The results showed that before the intervention, the majority of participants on the first day experienced moderate pain, 21 participants (77.8%) on the first day and 23 participants (85.2%) on the second day while 20 participants (74.1%) reported mild pain on the third day. After applying guided imagery, the proportion of patients with moderate pain decreased to 18 participants (66.7%) on the first day, 22 participants (81.5%) reported mild pain on the second day, and by the third day all participants (100%) experienced only mild pain. Conclusion: These findings confirm that guided imagery is an effective non-pharmacological intervention for reducing postoperative pain in cesarean section patients, promoting greater comfort and supporting faster recovery.
Meningkatkan Kontrol Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Melalui Transformasional Leadership: Literature Review Prasetya, Rikhan Luhur; Septiani, Febi
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i2.1528

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan tingkat akhir memasuki fase banyak tekanan dan tuntutan untuk menyelesaikan studi. Tekanan dan tuntutan menjadi stresor yang berpengaruh dan menyebabkan kecemasan. Stresor yang dihadapi seperti proses pengerjaan tugas akhir yang dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan. Mahasiswa memerlukan metode dalam mengatasi masalah stresor yang terjadi seperti pengaplikasian Transformasional Leadership (TL) dengan metode motivasi dan dorongan untuk menajemen masalah stresor. Mahasiswa dapat menerapkan TL sebagai ketrampilan untuk menyelesaikan masalah. Terutama dalam mengatasi kecemasan akibat stresor yang terjadi.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang cara atau upaya dalam meningkatkan kontrol kecemasan mahasiswa keperawatan tingkat akhir melalui TL. Metode: Pencarian artikel melalui Sciencedirect, PubMed, Ebsco Host, dan Google scholar dengan tahun terbit 2019 hingga 2024. Proses pencarian mengutamakan artikel lengkap dengan abstrak, penelitian kuantitatif, baik secara RCT ataupun Quasy Experimental, dianalisa menggunakan Arksey dan O'Malley scoping review. Hasil: Kepemimpinan transformasional dalam mengatasi kontrol kecemasan pada mahasiswa keperawatan tingkat terangkum dalam komponen: 1) individual consideration, 2) inspirational motivation, 3) intellectual stimulation, and 4) idealistic influence. Kesimpulan: Pengaplikasian TL efektif dalam membantu mahasiswa yang mengalami kecemasan menjalani proses perkuliahan tingkat semester akhir dan membantu mahasiswa dalam mengontrol kecemasan.