Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika interdependensi sosial masyarakat Suku Kanum yang hidup di wilayah perbatasan Sota (Indonesia) dan Morehead (Papua Nugini) dengan fokus pada tiga indikator utama, yaitu kepuasan (outcome), komitmen sosial, dan tingkat ketergantungan (level dependensi). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa relasi lintas batas antaranggota komunitas Kanum dibentuk oleh sejarah kekerabatan, kesamaan budaya, serta kebutuhan praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hubungan sosial lintas batas memberikan tingkat kepuasan yang tinggi bagi masyarakat karena mendukung aktivitas ekonomi, adat, dan sosial; (2) komitmen sosial terbangun melalui norma kolektif dan keterlibatan emosional yang kuat dalam mempertahankan identitas budaya bersama; dan (3) tingkat ketergantungan mencerminkan keterikatan fungsional dan simbolik terhadap komunitas di seberang batas negara. Ketiga indikator ini selaras dengan teori interdependensi sosial, khususnya dalam kerangka Investment Model (Rusbult, 1980) dan konsep hubungan lintas batas (borderland studies). Penelitian ini menegaskan bahwa masyarakat Suku Kanum membentuk ruang sosial alternatif yang melampaui batas negara, di mana interdependensi berperan sebagai mekanisme adaptasi sekaligus bentuk resistensi kultural terhadap sekat politik administratif. Temuan ini merekomendasikan pentingnya kebijakan perbatasan yang berbasis pengakuan terhadap struktur sosial dan identitas budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan kawasan perbatasan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025