Kecemasan dalam menghadapi ujian klinik merupakan stresor akademik yang banyak dialami mahasiswa profesi Ners dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis, termasuk memicu gangguan saluran cerna seperti dispepsia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kecemasan menghadapi ujian klinik dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 53 mahasiswa yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen penelitian mencakup Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) yang dikembangkan oleh Taylor dan telah diadaptasi ke Bahasa Indonesia oleh Utari, dengan koefisien reliabilitas 0,87 yang menunjukkan konsistensi internal sangat baik, serta kuesioner PADYQ yang telah diuji validitas konstruk dan reliabilitasnya oleh Sander et al. dengan nilai Cronbach’s alpha 0,87 dan korelasi item–total 0,61–0,83. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan kategori sedang (62.3%). Seluruh responden mengalami dispepsia dengan variasi tingkat keparahan. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dan kejadian dispepsia (r = 0.740; p = 0.001). Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan menghadapi ujian klinik berhubungan dengan gejala dispepsia pada mahasiswa.
Copyrights © 2025