Bullying telah muncul sebagai masalah yang meluas di lingkungan pendidikan Indonesia, khususnya di Pekanbaru, di mana prevalensinya yang mengkhawatirkan secara signifikan mengancam kesehatan mental dan perkembangan sosial remaja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 278 siswa berusia 11-16 tahun dari SMP Negeri 25 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS) untuk menilai citra tubuh (body image) dan Olweus Bullying Victimization Questionnaire (OBVQ-R) untuk mengukur perilaku bullying. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Analisis statistik menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,096 dengan nilai p-value 0,111 (>0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan perilaku bullying pada siswa. Mayoritas responden melaporkan citra tubuh yang positif (Mean=109,41) meskipun perilaku bullying tetap terjadi (Mean=100,59). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi citra tubuh bukanlah prediktor utama keterlibatan dalam bullying pada demografi ini.
Copyrights © 2025