Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH TERAPI BERMAIN VEGETABLE EATING MOTIVATION (VEM) TERHADAP PERILAKU MAKAN SAYURAN yanti, novi; Emulyani, Emulyani; Zahyani, Malisa
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.318 KB)

Abstract

ABSTRAK   Konsumsi sayur diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal. Penanaman kebiasaan hidup sehat, temasuk kebiasaan makan yang baik seharusnya dilakukan untuk anak saat usia prasekolah. Usia prasekolah (3-5) tahun merupakan kebutuhan yang krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Terapi bermain merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan cara bermain untuk memberikan stimulus yang dapat meningkatkan perilaku asertif pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM) terhadap perilaku makan sayuran pada anak prasekolah. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre and post test without control yang mana peneliti akan melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding (kontrol). Efektifitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai pre test dengan post test. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive dan sampel penelitian berjumlah 18 orang. Analisa yang digunakan yaitu dependent T-test. Hasil uji statistik didapatkan nilai rata-rata konsumsi sayur sebelum diberikan intervensi yaitu 38,22 dengan standar deviasi (SD) 18,236 dan setelah diberikan intervensi yaitu 68,11 dengan standar deviasi (SD) 18.304. Hasil analisa diperoleh p value sebesar 0,000 < α (0,05), maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan konsumsi sayuran pada anak prasekolah setelah diberikan terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM).   Kata Kunci                           : Konsumsi sayur, prasekolah, Terapi bermain   ABSTRACT   Consumption of vegetables the body needs vitamins, minerals and fiber in achieving a healthy diet with balanced nutrition for optimal health. Planting healthy habits, including the good eating habits should be done to children during the preschool years. Preschool (3-5) in a crucial requirement for optimal growth and development. Play therapy is a series of activities carried out by way of play to give a stimulus to improve assertive behavior in children. The purpose of this study was to determine the effect of play therapy Vegetable Eating Motivation (VEM) on feeding behavior in preschool children vegetables. Type of research is quantitative with quasi-experimental research design with pre-post and post-test approach without control Which one Researchers will intervene in a comparison group without (control). Effectiveness of the treatment was assessed by comparing the value of the pre-test to post-test, Sampling was conducted using purposive and sample amounted to 18 people. The analysis used is dependent T-test. Statistical test results obtained average value of the consumption of vegetables before the given intervention is 38.22 with a standard deviation (SD) 18.236 and after a given intervention is 68.11 with a standard deviation (SD) 18 304. The results of the analysis, the p value of 0.000 <α (0.05), it can be concluded there was an increase of vegetable consumption in preschool children after therapy plays Vegetable Eating Motivation (VEM).   Keywords: Consumption of vegetables, preschooler, play therapy
THE AROMATHERAPY TUINA MASSAGE FOR TODDLER'S APPETITE STIMULATION Yanti, Sri; Wardah, Wardah; Emulyani, Emulyani; Fitriani, Iyang Maisi; Anwar, Yessi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.4638

Abstract

Abstrak: Pijat Tuina ini telah memberikan stimulus terhadap organ yang mempengaruhi penyerapan makanan dan nutrisi anak. Pijat tuina dengan aromaterpi adas (Smilaners) merupakan kombinasi massage dan akupresur menggunakan minyak aromaterapi yang mengandung adas. Penekanan titik-titik tertentu yang bermanfaat terhadap organ pencernaan bermanfaat besar terhadap penguatan fungsi organ. Ditambah dengan olesan minyak nutrimoist adas (Smilaners) pada titik tersebut terutama bagian punggung, dada dan perut serta kaki akan menambah penguatan terhadap fungsi organ. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam praktik pijat Tuina pada anak. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa mampu menstimulasi nafsu makan pada anak di kelurahan Maharani. Upaya yang dilakukan agar dapat mencapai keberlanjutan dari Terapi Pijat Tuina ini yaitu monitoring dan evaluasi kegiatan serta pendampingan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita di tempat mitra yaitu Masyarakat Kelurahan Maharani.Abstract:  Tuina massage has provided a stimulus to organs that affect the absorption of food and nutrition for children. Tuina massage with aromatherapy fennel (Smilaners) is a combination massage and acupressure using aromatherapy oils containing fennel. Emphasis on certain points that are beneficial to the digestive organs is of great benefit to the strengthening of organ function. Coupled with the spread of fennel nutrimoist oil (Smilaners) at this point, especially the back, chest and abdomen and legs will add to the strengthening of organ function. The method of implementing the activity is the method of counseling, training and mentoring in the practice of Tuina massage for children. The results obtained show that it is able to stimulate appetite in children in Maharani village. Efforts made in order to achieve the sustainability of Tuina Massage Therapy are monitoring and evaluation of activities as well as assistance to mothers who have toddlers in partner places, namely the Maharani Village Community.
THE AROMATHERAPY TUINA MASSAGE FOR TODDLER'S APPETITE STIMULATION Sri Yanti; Wardah Wardah; Emulyani Emulyani; Iyang Maisi fitriani; Yessi Azwar
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5661

Abstract

Abstrak: Pijat Tuina ini telah memberikan stimulus terhadap organ yang mempengaruhi penyerapan makanan dan nutrisi anak. Pijat tuina dengan aromaterpi adas (Smilaners) merupakan kombinasi massage dan akupresur menggunakan minyak aromaterapi yang mengandung adas. Penekanan titik-titik tertentu yang bermanfaat terhadap organ pencernaan bermanfaat besar terhadap penguatan fungsi organ. Ditambah dengan olesan minyak nutrimoist adas (Smilaners) pada titik tersebut terutama bagian punggung, dada dan perut serta kaki akan menambah penguatan terhadap fungsi organ. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam praktik pijat Tuina pada anak. Hasil yang didapatkan menunjukan bahwa mampu menstimulasi nafsu makan pada anak di kelurahan Maharani. Upaya yang dilakukan agar dapat mencapai keberlanjutan dari Terapi Pijat Tuina ini yaitu monitoring dan evaluasi kegiatan serta pendampingan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita di tempat mitra yaitu Masyarakat Kelurahan Maharani.Abstract:  Tuina massage has provided a stimulus to organs that affect the absorption of food and nutrition for children. Tuina massage with aromatherapy fennel (Smilaners) is a combination massage and acupressure using aromatherapy oils containing fennel. Emphasis on certain points that are beneficial to the digestive organs is of great benefit to the strengthening of organ function. Coupled with the spread of fennel nutrimoist oil (Smilaners) at this point, especially the back, chest and abdomen and legs will add to the strengthening of organ function. The method of implementing the activity is the method of counseling, training and mentoring in the practice of Tuina massage for children. The results obtained show that it is able to stimulate appetite in children in Maharani village. Efforts made in order to achieve the sustainability of Tuina Massage Therapy are monitoring and evaluation of activities as well as assistance to mothers who have toddlers in partner places, namely the Maharani Village Community.
Pengaruh Terapi Zikir Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Emulyani Emulyani; Herlambang
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.804 KB) | DOI: 10.36763/healthcare.v9i1.60

Abstract

Hallucinations are one of the symptoms of mental disorder in which the patient experiences sensory changes in perception of the senses, the inability to distinguish internal stimuli (thoughts) and external stimuli (outside world) perceptions about the environment without objects. Dhikr or dhikrullah is etymologically defined as an activity to remember God. The purpose of this study was to determine the effect of zikir therapy on the reduction of hallucinatory signs and symptoms in hallucinatory patients at RSJ Tampan Riau Province. This type of research is quantitative with quasi-exprimental design, with a population of all hallucinatory patients in Sebayang and Indragiri room with a total of 21 patients, in which the sample in this study was the entire population of patients undergoing hallucinations who had undergone SP 1 (screaming) and SP 2 (talking with others), and tools for data collection using the format of soul nursing assessment by measuring the calculation of the frequency of occurrence of hallucinations before and after therapy given zikir, using data analysis bivariate analysis with T test, the results found that the value the average success of hallucinatory control in hallucinatory patients before the dhikr therapy was 16.90 and after zikir therapy was 5.48 with p value = 0.000 <0,05 it was found that the effect of zikir therapy on hallucinatory control in hallucinatory patients. The need for zikir therapy is carried out in the management of nursing services in standard service of operational procedures (SOP) on scheduled therapy.
PENGARUH TERAPI BERMAIN VEGETABLE EATING MOTIVATION (VEM) TERHADAP PERILAKU MAKAN SAYURAN novi yanti; Emulyani Emulyani; Malisa Zahyani
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 1 No 2 (2018): Vol 1 No 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.318 KB)

Abstract

ABSTRAK Konsumsi sayur diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal. Penanaman kebiasaan hidup sehat, temasuk kebiasaan makan yang baik seharusnya dilakukan untuk anak saat usia prasekolah. Usia prasekolah (3-5) tahun merupakan kebutuhan yang krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Terapi bermain merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan cara bermain untuk memberikan stimulus yang dapat meningkatkan perilaku asertif pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM) terhadap perilaku makan sayuran pada anak prasekolah. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasi-experiment dengan pendekatan pre and post test without control yang mana peneliti akan melakukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding (kontrol). Efektifitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai pre test dengan post test. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive dan sampel penelitian berjumlah 18 orang. Analisa yang digunakan yaitu dependent T-test. Hasil uji statistik didapatkan nilai rata-rata konsumsi sayur sebelum diberikan intervensi yaitu 38,22 dengan standar deviasi (SD) 18,236 dan setelah diberikan intervensi yaitu 68,11 dengan standar deviasi (SD) 18.304. Hasil analisa diperoleh p value sebesar 0,000 < α (0,05), maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan konsumsi sayuran pada anak prasekolah setelah diberikan terapi bermain Vegetable Eating Motivation (VEM). Kata Kunci : Konsumsi sayur, prasekolah, Terapi bermain ABSTRACT Consumption of vegetables the body needs vitamins, minerals and fiber in achieving a healthy diet with balanced nutrition for optimal health. Planting healthy habits, including the good eating habits should be done to children during the preschool years. Preschool (3-5) in a crucial requirement for optimal growth and development. Play therapy is a series of activities carried out by way of play to give a stimulus to improve assertive behavior in children. The purpose of this study was to determine the effect of play therapy Vegetable Eating Motivation (VEM) on feeding behavior in preschool children vegetables. Type of research is quantitative with quasi-experimental research design with pre-post and post-test approach without control Which one Researchers will intervene in a comparison group without (control). Effectiveness of the treatment was assessed by comparing the value of the pre-test to post-test, Sampling was conducted using purposive and sample amounted to 18 people. The analysis used is dependent T-test. Statistical test results obtained average value of the consumption of vegetables before the given intervention is 38.22 with a standard deviation (SD) 18.236 and after a given intervention is 68.11 with a standard deviation (SD) 18 304. The results of the analysis, the p value of 0.000 <α (0.05), it can be concluded there was an increase of vegetable consumption in preschool children after therapy plays Vegetable Eating Motivation (VEM). Keywords: Consumption of vegetables, preschooler, play therapy
The Relationship between Family Support and Emotional Mental Disorders in Adolescents Devita, Yeni; Okviani, Nadia; Emulyani, Emulyani; Erlin, Fitry
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5969

Abstract

Adolescent emotional disorders are behaviors that are not in accordance with their age stages. The number of problems and deviant behaviors in adolescence shows that adolescents are a risk group for emotional mental disorders. The purpose of the study was to determine the relationship between family social support and emotional mental disorders in adolescents. This type of quantitative research has a cross-sectional design. The research sample is 288 respondents. The sampling technique uses stratified random sampling. Data collection was carried out using a social support questionnaire and a Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) questionnaire. The data was analyzed by the Chi square test. The results of the univariate analysis related to the characteristics of the respondents were almost all (94.8%) of the respondents were at the age of 12-15 years (early adolescence) as many as 273 people, and more than half (68.1%) of the respondents were female as many as 196 people. In terms of the frequency distribution of family support, half of the respondents did not get family support as many as 146 respondents (50.7%). Frequency distribution of the frequency of adolescent emotional mental disorders almost half of the respondents had emotional disorders in the borderline range as many as 123 respondents (42.7%). The results of the statistical test obtained p-value = 0.00 < 0.05 so that it can be concluded that there is a relationship between family support and adolescent mental disorders. There needs to be high family social support to prevent mental disorders in adolescents.
Edukasi dan Skrining Perilaku Bullying Pada Anak Usia Sekolah Devita, Yeni; Emulyani, Emulyani; Erlin , Fitry
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i2.1123

Abstract

Bullying pada anak usia sekolah masih sering terjadi hingga saat ini. Bullying pada anak usia sekolah jika tidak dicegah sedini mungkin, akan berdampak buruk pada siswa, baik itu dampak jangka pendek, ataupun jangka Panjang. Baik itu bagi pelaku bullying, maupun bagi korban bullying. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk melakukan skrining perilaku bullying pada siswa dan memberikan edukasi dan pemahaman kepada siswa terkait perilaku bullying. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa sesusdah diberikan edukasi terkait bullying dengan metode ceramah dan diskusi
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Penerapan Hypertension Self Management Education Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Penderita Hipertensi di Desa Sungai Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Lestari, Lisda; Saputra , Candra; Emulyani , Emulyani; Hendra, Donny
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.22

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun dapat dikendalikan supaya tidak terjadi peningkatan yang dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah di organ seperti serangan jantung, gagal jantung, kerusakan ginjal dan stroke. Self management pada hipertensi yang tidak efektif merupakan kemampuan pasien terkait perubahan gaya hidup yang tidak adekuat dalam mengontrol tanda dan gejala hipertensi. Tujuan Karya Ilmiah Akhir Ners Adalah memberikan gambaran tentang hasil praktik profesi ners dengan Aplikasi Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penerapan Hypertension Self Management Education Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Penderita Hipertensi Di Desa Sungai Putih Kecamatan Tapung Kab Kampar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan intervensi keperawatan pemberian hypertension self management education. Keunggulan dari hypertension self management education bagi keluarga dan pasien untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran, meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan keterampilan mengambil keputusan. Pemberian hypertension self management education dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, hasil studi kasus ini setelah dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan pemberian hypertension self management education didapatkan nilai rata-rata ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga terhadap penerapan hypertension self management education, hasil pretest keluarga tn. P 16 dan nilai keluarga tn. A 14 setelah diberikan intervensi selama tiga hari berturut-turut yaitu didapatkan nilai postest keluarga tn. P 29 dan keluarga tn. A 30 (nilai rata-rata dari SLKI) terjadinya peningkatan yang signifikan.
Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Penerapan Senam Kaki terhadap Peningkatan Perfusi Perifer pada Lansia dengan Diabetes Melitus di Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya Rizkah Putri Salsabila; Alfianur; Emulyani; Donny Hendra
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.16

Abstract

Komplikasi yang paling umum terjadi pada penderita diabetes melitus adalah ulkus kaki diabetik. Indikasi dari amputasi pasien dengan diabetes biasanya dikarenakan ulkus yang tidak dapat sembuh atau sering terjadi gangren dan infeksi yang terjadi secara bersamaan. Hilangnya sensasi pada kaki merupakan salah satu faktor utama resiko terjadinya ulkus. Cara pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memeriksa sensasi atau mendeteksi terjadinya ulkus kaki diabetik adalah dengan pemeriksaan Ankle Brachial Indeks (ABI), sensitivitas kaki, dan pengisian Capillary Refil Time (CRT).  Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perfusi perifer pada penderita diabetes melitus adalah senam kaki. Senam kaki memiliki efek relaksasi pada tubuh dan memastikan aliran darah merata, terutama pada daerah kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pefusi perifer pada pasien dengan diabetes melitus di RW 02 Kelurahan Tuah Negeri Kecamatan Tenayan Raya. Metode yang digunakan dalam karya ilmiah ini adalah intervensi senam kaki. Sampel penelitian ini adalah pasien yang mengalami diabetes melitus 2 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 Desember sampai 7 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi senam kaki gula darah menurun, nilai ABI, sensitivitasi kaki, dan CRT berada pada rentang normal. Saran terkait intervensi kepada penderita diabetes melitus untuk menerapkan senam kaki untuk menurunkan kadar gula darah dan mencegah terjadi ulkus kaki diabetik.
Asuhan Keperawatan Keluarga Terhadap Masalah Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif Pada Pasien Stroke Melalui Edukasi Range Of Motion di Kel. Tuah Negeri Kec. Tenayan Raya kasyadi, ina kurnesih; Alfianur; Emulyani; Donny Hendra
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.145

Abstract

Stroke terjadi akibat sumbatan aliran darah ke otak, kondisi ini menyebabkan berbagai gangguan, seperti gangguan bicara, hemiparesis, kesulitan menelan makanan, kelemahan otot, dan asimetris wajah. Dalam proses pemulihan, keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan sebagai pendamping dan motivator. Edukasi kesehatan sangat penting khususnya dalam penatalaksanaan non farmakologi melalui latihan ROM. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan keperawatan keluarga terhadap masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif pada pasien stroke melalui edukasi range of motion. Metode yang digunakan adalah deskriptif pada dua anggota keluarga dengan pasien stroke. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan format standar asuhan keperawatan keluarga dan observasi langsung, mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia dan Evidence-Based Nursing Practice, serta menggunakan lembar leafleat. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan latihan 30 menit persesi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan manajemen kesehatan keluarga dalam pelaksanaan terapi ROM, dengan nilai pre-test Tn. S 2.17 dan post-test pada Tn. S 4.33 sedangkan nilai rata-rata pre-test Tn. T 2.33 dan nilai rata-rata post-test Tn. T 4.33. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi latihan ROM yang diberikan kepada keluarga terhadap masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dapat menjadi intervensi keperawatan yang tepat dalam mendukung pemulihan pasien stroke.