Stigma afiliasi merupakan bentuk stigma tidak langsung yang dialami individu karena kedekatannya dengan seseorang yang menjadi target stigma, termasuk orang tua yang memiliki anak dengan Down syndrome. Stigma ini dapat memengaruhi aspek kognitif, afektif, dan perilaku orang tua, sehingga berpotensi mengganggu kesejahteraan psikologis dan kualitas pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stigma afiliasi pada orang tua dengan anak Down syndrome di Komunitas X berdasarkan ketiga dimensi tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 65 responden yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Affiliate Stigma Scale (ASS) terdiri dari 22 item dengan skala Likert 4 poin, yang telah diuji validitas konstruk menggunakan Pearson’s Correlation dengan hasil p < 0,05 (0,001–0,017) dan diuji reliabilitas dengan nilai Cronbach’s Alpha: 0,791 (kognitif), 0,779 (afektif), dan 0,777 (perilaku). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95.4% orang tua berada pada kategori stigma afiliasi rendah, 4.6% pada kategori sedang, dan tidak ditemukan stigma afiliasi tinggi. Stigma afiliasi berdasarkan dimensi kognitif dan afektif, 93.8% orang tua berada pada kategori rendah, sementara seluruh (100%) orang tua berada pada kategori rendah pada dimensi perilaku. Temuan ini menunjukkan bahwa stigma sosial masih dirasakan, namun sebagian besar orang tua mampu mengelola dampaknya melalui mekanisme adaptasi, dukungan sosial, dan keterlibatan komunitas.
Copyrights © 2025