Lansia mengalami perubahan fisiologis yang meingkatkan risiko gangguan kognitif dan keseimbangan. Tekanan darah diketahui berpengaruh terhadap fungsi otak, namun hubungan antara tekanan darah, fungsi kognitif, dan keseimbangan pada lansia masih menunjukan hasil yang bervariasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tekanan darah dengan fungsi kognitif dan keseimbangan pada lansia. Penelitiani ni menggunakan desain cross-sectional pada 23 lansia yang memenuhi kriteria menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Fungsi kognitif diukur menggunakan Mini Mental Status Examination (MMSE) yang dilaporkan memiliki reliabilitas 0,80-0,89 dan validitas r=0,84, sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dengan reliabilitas ICC≥0,989dan vaiditas r= 0,970, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan hubungan negatif sedang dan signifikan antara tekanan darah dan fungsi kognitif (r=-0,418; p=0,047). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan keseimbangan (p>0,05). Tekanan darah berhubungan signifikan dengan fungsi kognitif, namun tidak berhubungan dengan keseimbangan pada lansia. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian tekanan darah dalam upaya menjaga fungsi kognitif lansia.
Copyrights © 2025