Fatchurrohmah Ines Prabandari
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Literature Review: the Effect of Diaphragmatic Breathing Exercise on Ashtma Rini Widarti; Sevy Astriyana; Fatchurrohmah Ines Prabandari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5131

Abstract

Asthma is a disease that affects the respiratory tract in the lungs and is characterized by shortness of breath, coughing, and wheezing. An asthma treatment usually uses drugs and identifies asthma triggers. Breathing exercises are non-pharmacological therapies to overcome asthma symptoms. Diaphragmatic breathing is useful in carrying out effective breathing during an asthma attack so that sufferers do not get tired easily. This study aims to determine the effect of diaphragmatic breathing exercise (DBE) on asthma symptoms. This study uses a literature review design on electronic data-based Google Scholar, Pubmed, and ScienceDirect. 5 articles were found that met the inclusion and exclusion criteria. 1 article comparing the effect of DBE with Nostril Breathing Exercise on shortness of breath and fatigue due to asthma, one article comparing the effectiveness of DBE and Buyteko Breathing Technique (BBT) on asthma control and vital lung function. Three articles discuss the effect of DBE on decreasing respiratory rate, increasing oxygen saturation, and increasing PEFR. The management of DBT in asthma patients has an effect on asthma symptoms by reducing the workload of breathing, reducing respiratory rate and shortness of breath, increasing oxygen saturation, and improving lung respiratory function.
Hubungan antara Keseimbangan dan Perceptual Motor Development pada Anak Usia 5-6 Tahun Fatchurrohmah Ines Prabandari; Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.985

Abstract

Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan salah satu aspek fundamental yang mendukung kesiapan mereka dalam melakukan aktivitas fisik, sosial, dan akademik. Pada usia 5–6 tahun, anak berada pada fase penting perkembangan kemampuan sensorik dan motorik, termasuk keseimbangan dan perceptual motor development, yang berperan dalam koordinasi gerak, orientasi ruang, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Meskipun kedua aspek tersebut sama-sama berkontribusi terhadap kematangan motorik anak, hubungan antara keseimbangan dengan perkembangan persepsi-motor belum sepenuhnya dipahami dan masih  terdapat kesenjangan penelitian yang ditunjukkan dengan adanya variasi dalam berbagai hasil penelitian. Sehingga, hal ini menjadi penting untuk diteliti agar dapat memperoleh bukti empiris mengenai keterkaitan kedua aspek tersebut. Penelitian ini juga dapat mendukung identifikasi dini potensi keterlambatan perkembangan terutama pada aspek persepsi-motor dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan stimulasi dan intervensi motorik yang lebih efektif. Tujuan: mengetahui hubungan antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak usia 5-6 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk menganalisis hubungan antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak usia 5–6 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 anak yang diperoleh berdasarkan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keseimbangan dengan balance beam test dan instrumen penilaian perkembangan persepsi-motor melalui nilai koordinasi mata-tangan pada rapor. Data keseimbangan dan perceptual motor development kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s Tau B. Hasil: Analisis data menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah r = –0.026, yang mengindikasikan adanya hubungan negatif lemah antara keseimbangan dan perceptual motor development pada anak. Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa kedua variabel tidak berkaitan secara signifikan dan perkembangan keduanya mungkin dipengaruhi oleh faktor lain.
Hubungan antara Aktivitas Fisik terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu pada Lansia Felicia Carel Santoso; Fatchurrohmah Ines Prabandari; Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.988

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peningkatan kadar gula darah akibat penurunan fungsi metabolisme dan perubahan gaya hidup. Aktivitas fisik berperan penting dalam pengaturan kadar glukosa darah melalui peningkatan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa oleh otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada lansia di Panti Jompo Aisyiyah Sumber Solo. Metode: penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire), sedangkan kadar gula darah sewaktu diukur menggunakan glucometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu pada lansia (p value 0,029 < 0,05). Lansia dengan aktivitas fisik rendah cenderung memiliki kadar gula darah sewaktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang memiliki aktivitas fisik sedang hingga tinggi. Kesimpulan: penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan aktivitas fisik teratur sebagai upaya pengendalian kadar gula darah pada lansia.
Hubungan Tekanan Darah dengan Fungsi Kognitif dan Keseimbangan pada Lansia Sevy Astriyana; Fatchurrohmah Ines Prabandari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1162

Abstract

Lansia mengalami perubahan fisiologis yang meingkatkan risiko gangguan kognitif dan keseimbangan. Tekanan darah diketahui berpengaruh terhadap fungsi otak, namun hubungan antara tekanan darah, fungsi kognitif, dan keseimbangan pada lansia masih menunjukan hasil yang bervariasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tekanan darah dengan fungsi kognitif dan keseimbangan pada lansia. Penelitiani ni menggunakan desain cross-sectional pada 23 lansia yang memenuhi kriteria menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Fungsi kognitif diukur menggunakan Mini Mental Status Examination (MMSE) yang dilaporkan memiliki reliabilitas 0,80-0,89 dan validitas r=0,84, sedangkan keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dengan reliabilitas ICC≥0,989dan vaiditas r= 0,970, dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan hubungan negatif sedang dan signifikan antara tekanan darah dan fungsi kognitif (r=-0,418; p=0,047). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan keseimbangan (p>0,05). Tekanan darah berhubungan signifikan dengan fungsi kognitif, namun tidak berhubungan dengan keseimbangan pada lansia. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian tekanan darah dalam upaya menjaga fungsi kognitif lansia. 
Hubungan antara Postur Tubuh dengan Keseimbangan pada Anak Usia 5-6 Tahun Fatchurrohmah Ines Prabandari; Warih Anjari Dyah Kusumaningayu; Sevy Astriyana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1176

Abstract

Perkembangan motorik anak usia dini sangat bergantung pada postur tubuh dan keseimbangan. Kontrol tubuh yang baik diperlukan untuk mendukung aktivitas gerak seperti berdiri, berjalan, berlari, dan bermain. Posisi tubuh yang buruk dapat mengganggu pusat gravitasi tubuh dan menghambat keseimbangan anak. Posisi tubuh yang buruk dapat mengganggu pusat gravitasi tubuh dan menghambat keseimbangan anak. Keseimbangan yang optimal sangat penting bagi anak dalam menunjang kemandirian, koordinasi gerak, serta kesiapan mengikuti aktivitas pembelajaran dan permainan fisik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan anak usia 5–6 tahun dengan postur tubuh yang kurang optimal yang diduga dapat berdampak pada keseimbangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur tubuh dengan keseimbangan pada anak usia 5-6 tahun. Metode kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan bagaimana postur tubuh dan keseimbangan anak-anak berusia lima hingga enam tahun berkorelasi satu sama lain. Penelitian ini melibatkan anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun yang memenuhi kriteria penelitian. Postur tubuh diukur dengan menggunakan posture assessment grid dan keseimbangan diukur dengan menggunakan balance beam test. Uji korelasi Kendall’s Tau B digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan korelasi yang sangat lemah antara kedua variabel, dengan koefisien korelasi -0,105, dan nilai signifikansi p 0,381. Namun, karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 (p < 0,05), korelasi tersebut tidak signifikan secara statistik.   
Usia Menarche, Siklus Menstruasi dan Durasi Nyeri Haid Sevy Astriyana; Fatchurrohmah Ines Prabandari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1287

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan umum pada perempuan uasia awal reproduksi yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Usia menarche dan siklus menstruasi diduga berperan dalam memperpanjang durasi keluhan nyeri ketia menstruasi melalu mekanisme horonal dan peningkatan prosuksi prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui hubungan antara usia menarche dan siklus menstruasi dengan durasi nyeri haid pada prermpuan usia awal reproduksi. Penelitianini mengguanakan desain cross-sectional pada 77 perempuan usia 12-23 tahun yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan insidental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah usia menarche dan siklus menstruasi, sedangkan variabel terikat adalah durasi nyeri haid. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan korelasi Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil menunjukan bahwa  korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan antara usia menarche dengan durasi nyeri haid (r = -.161; p = 0.162). Sedangkan hasil uji Chi-Square menujukan signifikan (X2=25.416; p < 0.000) yang diperkuat dengan hasil Likelihood Ratio (p = 0.021). Kesimpulan menunjukan bahwa usia menarche tidak berhubungan dengan durasi nyeri haid, sedangkan siklus menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi nyeri haid. Hal ini menunjukan siklus mentruasi yang teratur berperan penting dalam durasi nyeri haid pada perempuan di awal masa reproduksi.