Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan umum pada perempuan uasia awal reproduksi yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Usia menarche dan siklus menstruasi diduga berperan dalam memperpanjang durasi keluhan nyeri ketia menstruasi melalu mekanisme horonal dan peningkatan prosuksi prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui hubungan antara usia menarche dan siklus menstruasi dengan durasi nyeri haid pada prermpuan usia awal reproduksi. Penelitianini mengguanakan desain cross-sectional pada 77 perempuan usia 12-23 tahun yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan insidental. Variabel bebas pada penelitian ini adalah usia menarche dan siklus menstruasi, sedangkan variabel terikat adalah durasi nyeri haid. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan korelasi Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil menunjukan bahwa korelasi negatif yang lemah dan tidak signifikan antara usia menarche dengan durasi nyeri haid (r = -.161; p = 0.162). Sedangkan hasil uji Chi-Square menujukan signifikan (X2=25.416; p < 0.000) yang diperkuat dengan hasil Likelihood Ratio (p = 0.021). Kesimpulan menunjukan bahwa usia menarche tidak berhubungan dengan durasi nyeri haid, sedangkan siklus menstruasi memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi nyeri haid. Hal ini menunjukan siklus mentruasi yang teratur berperan penting dalam durasi nyeri haid pada perempuan di awal masa reproduksi.
Copyrights © 2026