Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang sering muncul pada pasien dengan gangguan jiwa, yang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Intervensi non farmakologi seperti senam aerobic low impact dapat menjadi alternatif terapi modalitas untuk membantu menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan melalui penyaluran energi positif dan peningkatan hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan senam aerobic low impact terhadap perubahan tanda dan gejala pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Arif Zainudin. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif pada lima orang pasien di Bangsal Abimanyu RSJD Dr. Arif Zainudin. Intervensi dilakukan berupa senam aerobic low impact selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15 menit setiap hari. Data dikumpulkan melalui lembar observasi tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan skor tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada kelima pasien setelah diberikan intervensi senam aerobic low impact. Gejala seperti bicara kasar, suara keras, postur tubuh kaku, tangan mengepal, serta perilaku mengancam dan gelisah menurun secara signifikan. Penerapan senam aerobic low impact efektif membantu menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada pasien gangguan jiwa. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu terapi alternatif non farmakologi untuk mendukung asuhan keperawatan pasien dengan risiko perilaku kekerasan.
Copyrights © 2025