Guru yang memiliki pemahaman terbatas mengenai perilaku bullying, cenderung mengidentifikasi anak hanya berdasarkan pada perilaku yang sering dilihat atau dominan. Hal ini dapat menyebabkan pembiaran atau guru membiarkan saja siswa dibully dan tidak ada deteksi dini bagi korban bully. Ketika guru mempunyai pengetahuan yang baik pasti akan melakukan tindakan pencegahan perilaku Bullying hal ini dapat menurunkan angka kejadian bullying di sekolah. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang bullying, guru bisa memperolehnya dari terapi kelompok terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kelompok terapeutik tentang bullying terhadap pengetahuan guru SMA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuantitatif dengan menggunakan rancangan ¬one group pre-post test design. Sampel dalam penelitian ini adalah Guru SMA Negeri 7 Kota Kupang dengan jumlah 59 guru. Instrumen penelitian menggunakan SOP dan kuesioner pengetahuan tentang bullying. Hasil penelitian membuktikan bahwa ada pengaruh signifikan (p value 0.000) dari terapi kelompok terapeutik tentang bullying terhadap pengetahuan guru SMA di Kota Kupang. Diharapkan adanya penelitian guru dapat mengerti dan memahami tentang bullying dan mengaplikasikannya sehingga mencegah terjadinya perilaku bullying dikalangan siswa.
Copyrights © 2026