ABSTRAK Kualitas hidup pasien TBC dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait meliputi aspek fisik seperti usia, jenis kelamin, dan adanya kecacatan, aspek sosial ekonomi seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, dan dukungan keluarga, serta aspek psikologis seperti mekanisme koping, masalah kesehatan mental (depresi, kecemasan, stres), dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan hubungan dukungan sosial keluarga, mekanisme koping dan stigma sosial dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korerasional. Populasi pada penelitian ini pasien TB Paru bulan September 2025 di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga banyaknya sampel 47 orang. Instrumen pada penelitian antara lain Kuesioner dukungan social keluarga dengan validitas 0,582-0,788 dan reliabilitas 0,870, kuesioner mekanisme koping dengan nilai r 0,482-0,756 dan nilai reliabilitas 0,83, kuesioner stigma social dengan nilai r 0,52-0,79 dan reliabilitas 0,890, kuesioner kualitas hidup pasien TB Paru dengan nilai r 0,752-0,877 dan reliabilitas 0,734. Data di uji dengan uji statistik rank spearman. Ada hubungan dukungan sosial keluarga (0,000), mekanisme koping (0,002) dan stigma sosial (0,000) dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus.
Copyrights © 2026