Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DENGAN KEJADIAN FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) DI KLINIK DR. HANDY SS, SP. B KUDUS Noor Cholifah; Rusnoto Rusnoto; Kiki Afonita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.736

Abstract

Latar Belakang: Seorang wanita dikatakan masuk kedalam golongan Wanita Usia Subur (WUS) karena organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun.Sikap WUS dapat mempengaruhi perilaku dalam melakukan deteksi dini FAM (Fibroadenoma Mammae).FAM dapat disebabkan dari riwayat keluarga, terlalu sering memakan makanan fast food, merokok dan minuman alkohol, dan lain-lain.sikap dan perilaku WUS dan remaja sekarang yang sembarangan dalam mengkonsumsi makanan akan memperbesar kemungkinan terserang FAM.Tujuan: mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Kejadian Fibroadenoma Mammae (FAM) di klinik dr. Handy SS, Sp. B Kudus.Metodologi:Rancangan studi korelasi (Correlation study). Sampel diambil dengan teknik total sampling dan jumlah responden sebanyak 30 responden.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden didiagnosa FAM sebanyak 26 responden (86,7%). Sebagian besar pengetahuan responden tentang FAM adalah tidak baik sebanyak 26 responden (86.7%).Sebagian besar sikap responden tentang FAM adalah negatif sebanyak 21 responden (70.0%).Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan pengetahuan dengan kejadian FAM dengan p-value sebesar 0.020. Ada hubungan sikap dengan kejadian FAM dengan p-value sebesar 0.035
HUBUNGAN BEBAN KERJA, SHIF KERJA, KETERSEDIAN FASILITAS DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT Anis Lailatul Qudriyah; Rusnoto Rusnoto; Diana Tri Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2803

Abstract

Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur cuci tangan sangat penting dalam pencegahan infeksi. Studi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap kebersihan tangan berkisar antara 40% hingga 60% di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, shif kerja, ketersedian fasilitas terhadap kepatuhan cuci tangan perawat di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan purpossive sampel sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner ketersediaan fasilitas cuci tangan dan kepatuhan cuci tangan menggunakan surveilan Hais komite PPI. Kuesi. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,038), sift kerja (0,043) dan ketersediaan fasilitas (0,040) dengan kepatuhan cuci tangan perawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Hasil pennelitian ini dapat  dijadikan bahan evaluasi bagi perawat dalam meningkatkan komitmen dalam menjaga kepatuhan cuci tangan. 
PENGARUH TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATEALIT KABUPATEN JEPARA Rusnoto Rusnoto; Nurlaily Prasetyawati; Ahmad Farouk
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1542

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dalam kehidupan modern saat ini. Hipertensi juga penyebab utama terjadinya penyakit kardiovaskuler yang menyebabkan tingginya angka kematian di Indonesia. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk merilekskan otot sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi PMR terhadap perubahan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara. Metode Penelitian ini menggunakan desain pre experimental one group pretest-postest. Besar sampel adalah 32 responden. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Uji yang digunakan yaitu Uji T dan uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk. p value = 0,000 (α0,05) yang berarti ada pengaruh terapi PMR terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi PMR terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Batealit Jepara.
HUBUNGAN ANTARA PARITAS, RIWAYAT KEHAMILAN,DAN ASUPAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA BERAT Diah Andriani; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.686

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia/eklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas perinatal di Indonesia. Sampai sekarang penyakit preeklamsia/eklamsia masih merupakan masalah kebidanan yang belum dapat erpecahkan secara tuntas. Preeklampsia merupakan penyakit yang angka kejadiannya di setiap negara berbeda-beda.Tujuan : Mengetahui hubungan paritas, riwayat kehamilan,dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang.Metode: Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 ibu hamil.Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus  pada bulan Agustus 2017 sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian Mayoritas responden memiliki paritas multipara sebanyak 18 orang (60%), dan yang primipara sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden memiliki riwayat tidak pernah pre eklampsia berat sebanyak 16 orang (53,3%) dan yang pernah pre eklampsia berat sebanyak 14 orang (46,7%). Mayoritas responden memiliki asupan kalsium cukup sebanyak 18 orang (60%) dan yang asupan kalsium tidak cukup sebanyak 12 orang (40%). Mayoritas responden tidak pre eklampsia berat sebanyak 18 orang (60%) dan yang pre eklampsia berat sebanyak 12 orang (40%). Ada  hubungan paritas dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada  hubungan riwayat kehamilan dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,001). Ada  hubungan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di upt puskesmas jepang (p value = 0,009). Berdasarkan analisis regresi faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian pre eklampsia berat adalah asupan kalsium (koefisien = 0,477). Kesimpulan Ada  hubungan paritas, riwayat kehamilan dan asupan kalsium dengan kejadian pre eklampsia berat di UPT Puskesmas Jepang..Kata Kunci      : Preeklampsia berat, paritas, riwayat kehamilan, asupan kalsiu ABSTRACT Background: Preeclampsia / eclampsia is one of the major causes of perinatal morbidity and mortality in Indonesia. Until now the disease of preeclampsia / eclampsia is still a matter of obstetrics that can not be eradicated completely. Preeclampsia is a disease whose number of events in each country is different. Objective: To determine the relationship of parity, pregnancy history, and calcium intake with the incidence of severe pre eclampsia Method: In this study the population is all pregnant women who do the ANC at the Health Center of Jepang District Mejobo Kudus Regency in August 2017 as many as 30 pregnant women. Samples in this study were pregnant women who visited the ANC at the Puskesmas Jepang District Mejobo Kudus District on in August 2017 as many as 30 people. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Result of research Majority of respondents have multiparity parity as many as 18 people (60%), and primipara 12 (40%). The majority of respondents have a history of never preeclampsia  as many as 16 people (53.3%) and who ever peb as many as 14 people (46.7%). The majority of respondents have enough intake of calcium as many as 18 people (60%) and who intake of calcium is not enough as many as 12 people (40%). The majority of respondents are not preeclampsia as many as 18 people (60%) and who preeclampsia  as many as 12 people (40%). There is a parity relationship with the incidence of severe eclampsia in Puskesmas Jepang upt (p value = 0.001). There was a correlation of pregnancy history with severe pre eclampsia incidence at upt Puskesmas jepang  (p value = 0,001). There is a correlation of calcium intake with severe pre eclampsia occurrence at UPT Puskesmas jepang  (p value = 0,009). Based on regression analysis the most influential factor with severe pre eclampsia incidence was calcium intake (coefficient = 0.477). Conclusion There was a parity relationship, a history of pregnancy and calcium intake with severe preeclampsia events at the UPT Puskesmas Jepang. . Keywords: severe preeclampsia, parity, pregnancy history, calcium supplements  
HUBUNGAN POLA MAKAN, OBESITAS, DAN KECEMASAN DENGAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KALIWUNGU Syahid Fatah Cokropranoto; Sukesih Sukesih; Rusnoto Rusnoto; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian ke-6 di dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat dan kondisi yang sangat bergantung pada kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan penurunan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas Kaliwungu tahun 2024, sebagai kebaruan dari penelitian sebelumnya yang sering berfokus pada satu faktor saja. Metode observasi dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel bebas dan terikat. Populasi penelitian adalah 80 pasien DM di Puskesmas Kaliwungu, dengan sampel sebanyak 67 orang yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk obesitas, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk kecemasan, dan alat glukometer untuk kadar gula darah sewaktu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan kadar gula darah pasien DM, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan ketiga faktor ini secara bersamaan penting untuk mengoptimalkan penurunan kadar gula darah. Peran perawat sangat penting dalam edukasi pola makan, manajemen berat badan, dan teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol gula darah pasien.
PERILAKU MENYIKAT GIGI DAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PEMICU KARIES GIGI PADA ANAK Rusnoto Rusnoto; Ckancer Bela Romantis; Muhammad Purnomo; Muhamad Jauhar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.2081

Abstract

Karies gigi yaitu suatu kondisi yang menyerang mulut dan gigi anak prasekolah. Setiap tahunnya terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada anak. Praktek tidak membersihkan gigi dan mengonsumsi makanan kariogenik adalah akar permasalahan ini. Jika tidak ditangani dengan benar, akan timbul masalah gigi dan mulut lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan perilaku menyikat gigi dengan konsumsi makanan kariogenik yang menyebabkan karies gigi pada anak. Korelasi deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Kejadian karies gigi merupakan variabel terikat penelitian, dan variabel bebasnya adalah kebiasaan membersihkan gigi dan konsumsi makanan kariogenik. Di Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, penelitian ini dilakukan pada tahun 2022. Penelitian ini melibatkan 98 orang yang dipilih secara acak dari keseluruhan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner frekuensi makanan, lembar observasi karies gigi, dan kuesioner kebiasaan menyikat gigi dengan nilai validitas dan reliabilitas masing-masing 0,864-0,888 dan 0,886. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Temuan melaporkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara kejadian karies gigi dan perilaku menyikat gigi, dengan nilai p=0,011 (p0,05), dan konsumsi makanan kariogenik yang memicu karies gigi, dengan nilai p=0,030 (p0 05). Praktek menyikat gigi dan menghindari makanan penyebab karies adalah cara yang dapat dilakukan perawat dalam meningkatkan kesehatan gigi. Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi lebih banyak variabel yang terkait dengan kejadian karies gigi dan menciptakan langkah-langkah pencegahan yang kreatif terhadap penyakit ini pada anak-anak.
HUBUNGAN KOMUNIKASI DAN PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Rusnoto Rusnoto; Muhammad Purnomo; Tri Puji Utomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.737

Abstract

Pendahuluan: kepuasan pasien merupakan indikator keberhasilan pelayanan keperawatan. Beberapa fenomena kepuasan pasien rawat inap bervariasi puasa dan tidak puas. Komunikasi yang efektif dan kualitas pelayanan keperawatan merupakan faktor yang berkontribusi pada kepuasan pasien.  Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi dan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien rawat inap. Metode: desain penelitian observasional cross sectional. Sampel sebanyak 90 responden dengan teknik consecutive sampling. Alat penelitian menggunakan kuesioner komunikasi, kuesioner pelayanan keperawatan, dan kuesioner kepuasan pasien yang telah teruji validitas dan reliabiltasnya. Analisis data bivariat menggunakan fisher exact test. Hasil: Karakteristik pasien rawat inap menunjukkan rerata umurnya 45,4 tahun, jenis kelamin 52,2% laki-laki, pendidikan terbanyak SMA (36,7%), dan 34,4% memiliki perkerjaan PNS/TNI/Polri. Hasil variabel penelitian menunjukkan 83,3% komunikasi baik, 96,7% pelayanan keperawatan baik, dan 95,6% pasien puas. Hasil uji statistik fisher exact test menunjukkan hubungan signifikan komunikasi dengan kepuasan pasien (p=0,001). Saran: perawat perlu mempertahankan komunikasi yang baik, cepat, dan tanggap agar menghasilkan kepuasan pasien rawat inap.
THE ROLE OF PREGNANCY COMPLICATIONS IN CHILDHOOD COMPLICATIONS Noor Hidayah; Aurora Sinta Sabila; Ashri Maulida Rahmawati; Rusnoto Rusnoto
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2533

Abstract

Pregnant women at risk If the pregnancy is not treated, the risk of maternal and fetal morbidity and mortality during delivery is 2.8 times. This study analyzes data from the Local Area Monitoring of high-risk pregnancies at the Kaliwungu Public Health Center, Kudus Regency, and emergency delivery by approach observational cohort retrospective among 149 respondents who experienced difficult childbirth (January to March 2023) later observed at the time of delivery until the end of 2023. Statistical test results with Chi-Square showed a result of 0.436a and a p-value of 0.509, which means there is no correlation between pregnancy complications and childbirth complications. The results of this research will make it possible to take data as a whole for one or several years to analyze it statistically based on conditions in the field.
USIA KEHAMILAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI UPT PUSKESMAS GRIBIG Noor Hidayah; Rusnoto Rusnoto; Anny Rosiana Masyitoh; Sri Wahyuningati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2059

Abstract

Latar Belakang : Perubahan fisik pada seluruh tubuh wanita hamil adalah sesuatu yang fisiologis. Dan pada sistem sirkulasi, perubahan fisiologis mengakibatkan terjadinya  kenaikan tekanan darah, volume darah, termasuk tekanan pembuluh darah perifer, serta tekanan pada sisi kanan jantung. Retistensi akibat penyempitan pembuluh daráh, kebocoran interstitial akibat kerusakan endotel termasuk platelet fibrinogen yang disimpan pada subendotelial di duga menjadi etiologi dari kejadian hipertensi pada kehamilan. Karena tingginya kasus hipertensi kehamilan, perlunya diketahui kecenderungan tekanan darah ibu dalam hal ini untuk memberikan antisipasi penanganan oleh petugas kesehatan sebelum kehamilan dan saat kehamilan terkait tekanan darah ibu supaya tidak terjadi resiko tinggi yakni hipertensi kehamilan. Tujuan: mengkorelasikan usia kehamilan dengan tekanan darah pada ibu hamil di UPT Puskesmas Gribig Kudus. Metode : menggunakan metode analitik korelatif dengan pendekatan waktu cross sectional, jumlah responden 80 orang di ambil dengan purposif sampling dari ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Gribig dalam rangka memeriksakan kehamilannya. Analisis bivariat dengan chisquare. Hasil : Hasil analisis statistik uji chi squere diperoleh p value = 0.000 lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0.05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada “korelasi tekanan darah pada ibu hamil di UPT Puskesmas Gribig Kudus”. Kesimpulan : terdapat korelasi usia kehamilan dengan tekanan darah pada ibu hamil diUPT Puskesmas Gribig KudusKata kunci : usia kehamilan, tekanan darah, ibu hamil
SELF-EFFICACY, PAIN INTENSITY, AND EARLY MOBILIZATION ABILITY AMONG POST-OPERATION PATIENTS IN A PRIVAT HOSPITAL Lasmini Lasmini; Dewi Murti Sari; Rusnoto Rusnoto; Muhamad Jauhar
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 2 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i2.2611

Abstract

Fractures are a serious health problem that threatens public health. Every year, there is an increasing trend in fracture cases in each region. Injuries, including traffic accidents, cause fracture cases, falls from high places, and bone fragility factors. If not treated properly, the impact of a fracture is symptoms such as deformity, loss of sensation (numbness, possibly due to nerve damage/bleeding), abnormal movement, swelling, and pain. To know the correlation of self-efficacy and pain intensity with early mobilization ability in post-ORIF surgery patients at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital. The type of research used correlational analysis with a cross-sectional approach. This research was conducted at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital in August 2023-September 2023. The sample size was 34 respondents with a total sampling technique. The instruments used were a General self-efficacy (GSE) self-efficacy questionnaire, a Numerical Rating Scale (NRS) pain intensity assessment, and an early mobilization ability questionnaire in post-ORIF surgery patients. The data analysis used Spearman Rho statistics. The study showed a good relationship between self-efficacy (p=0.000) and pain intensity (p=0.000) with the ability to mobilize post-ORIF surgery patients at PKU Muhammadiyah Pamotan Hospital early. Self-efficacy and pain intensity influence post-op patients' early mobilization ability. Nurses need to increase the patient's self-confidence to carry out early mobilization and provide pain management to minimize the causes of the patient's inability to mobilize early, which is related to the pain complaints they feel.