Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau pemanfaatan insulin, sehingga memerlukan penatalaksanaan komprehensif yang meliputi pengaturan diet, aktivitas fisik, pengobatan, dan edukasi kesehatan. Namun, kepatuhan pasien terhadap pengaturan diet masih rendah karena edukasi yang diberikan sering kali tidak sesuai dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal terhadap kadar gula darah sewaktu (GDS) pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan control group pretest-posttest design, melibatkan 38 responden yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing 19 responden. Pengukuran GDS dilakukan menggunakan glucometer, dengan analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat penurunan rata-rata GDS sebesar 27,9 dengan nilai p value 0,000, sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata sebesar 1,2 dengan p value 0,319. Perbandingan antar kelompok menunjukkan selisih skor GDS sebesar 16,8 dengan nilai p = 0,027 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukasi pengaturan diet berbasis kebudayaan lokal berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar GDS pada pasien DM tipe 2 di Desa Bategede.
Copyrights © 2026