Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PENGKAJIAN KOMPREHENSIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PERAWAT MENGKAJI KEBUTUHAN KLIEN DI PUSKESMAS Fitriana Kartikasari; Achir Yani; Yustan Azidin
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i1.204

Abstract

Latar belakang : Pengkajian merupakan dasar pemikiran dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan klien. Pengkajian yang lengkap dan sistematis sesuai dengan fakta dan kondisi yang ada pada klien sangat penting. Perawat harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mengkaji kebutuhan klien. Pengkajian yang tidak akurat akan mengarah pada identifikasi kebutuhan klien tidak lengkap dan akurat akan mengarah kepada identifikasi diagnosa keperawatan yang tidak tepat mengakibatkan kesalahan tindakan dan mengancan keselamatan klien. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien. Metode : penelitian ini Quasi Experiment pre-test and post-test with control group design.Populasi penelitian adalah 55 perawat. Pengambilan sampel dengan convenience sampling dengan sampel penelitian 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok eksperimen) dan 20 perawat di 2 puskesmas (kelompok kontrol). Hasil : Pelatihan pengkajian kommprehensif mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan perawat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan pengetahuan perawat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,000 dan perbedaan keterampilan perwat pada kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan p value 0,001 artinya ada pengaruh pelatihan pengkajian komprehensif terhadap pengetahuan dan ketrampilan perawat mengkaji kebutuhan klien sehingga Dinas Kesehatan atau Puskesmas perlu untuk melakukan program pelatihan pengkajian komprehensif secara berkelanjutan.
Uji Coba Kuesioner Knowledge towards Assessment and Management of Malnutrition in Children Versi Bahasa Indonesia Muhamad Jauhar; Diana Tri Lestari; Fitriana Kartikasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gizi buruk pada balita menjadi isu strategis baik di tingkat global dan nasional. Angka morbiditas dan mortalitas akibat gizi buruk pada balita meningkat setiap tahun. Masalah gizi buruk jika tidak tertangani akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Berbagai program dan kebijakan dilakukan oleh pemerintah untuk pengelolaan kasus gizi buruk salah satunya melalui peberdayaan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan masyarakat tentang manajemen gizi buruk pada balita menjadi aspek penting dalam membentuk kemampuan masyarakat dalam pengelolaan gizi buruk pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner pengetahuan tentang manajemen gizi buruk pada balita versi bahasa Indonesia. Peneliti melakukan kajian pustaka terhadap kuesioner pengetahuan tentang manajemen malnutrisi pada balita sebanyak 26 item pertanyaan. Peneliti melakukan alih bahasa dan berkonsultasi dengan ahli bahasa dan ahli di bidang kesehatan terkait kuesioner tersebut. Uji validitas muka dilakukan pada tiga responden untuk uji keterbacaan. Uji validitas isi dilakukan pada ahli bidang kesehatan untuk memastikan ketetapan makna dari maing masing item pertanyaan. Uji validitas konstruksi dan reliabilitas dilakukan pada 67 kader kesehatan di UPTD Puskesmas Undaan dan Dawe Kabupaten Kudus. Analisis data menggunakan pearson product moment dan alpha cornbach melalui software SPSS versi 25. Nilai validitas sebesar 0,787-0,817 (nilai r tabel=0,2369) dan nilai reliabilitas sebesar 0,811 (nilai r kritis = 0,600). Kuesioner dinyatakan valid dan reliable sehingga dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan tentang malnutrisi pada balita.
Pelatihan Kader Kesehatan untuk Meningkatkan Keterampilan Deteksi Dini Stunting Indanah, Indanah; Jauhar, Muhamad; Kartikasari, Fitriana; Kusumawardani, Lita Heni
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 20, No 1 (2024): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33658/jl.v20i1.341

Abstract

ENGLISHThe success of finding new cases of stunting is influenced by the ability of health cadres to carry out early detection. The purpose of the study was to identify the effect of health cadre training on stunting early detection skills. The research design used quasi-experiments with variables, namely health cadre training and stunting early detection skills. The population is all health cadres, and there is a sample of 33 health cadres for each intervention and control group. Sample selection is done using the purposive sampling technique. The study was conducted at two Puskesmas in Kudus Regency in November 2021. The research instrument uses observation sheets. Health cadres attended four sessions over two days with duration of 45 to 60 minutes per session in the form of lectures and demonstrations. Data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Health cadre training improves stunting early detection skills with p value = 0.000 (p<0.05). Increasing the capacity of health cadres to find new cases of stunting in the community can be done through routine coaching that is integrated with child health service programs in health service facilities. INDONESIAKeberhasilan penemuan kasus baru stunting di masyarakat dipengaruhi oleh kemampuan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan kader kesehatan terhadap keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan 2 variabel, yaitu pelatihan kader kesehatan dan keterampilan deteksi dini stunting. Populasi penelitian seluruh kader kesehatan dan sampel 33 kader kesehatan untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Pemilihan sampel menggunakanteknik purposive sampling. Kriteria inklusi berupa kader kesehatan aktif, belum pernah mendapatkan pelatihan serupa, berusia dewasa, pendidikan minimal SD, mampu membaca dan menulis. Penelitian dilakukan di dua Puskesmas di Kabupaten Kudus pada bulan November 2021. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Kader kesehatan mengikuti empat sesi selama dua hari dengan durasi 45-60 menit/sesi dalam bentuk ceramah dan demonstrasi. Materi terdiri dari konsep tumbuh kembang, deteksi dini stunting, dan komunikasi informasi edukasi stunting. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Pelatihan kader kesehatan meningkatkan keterampilan deteksi dini stunting dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam menemukan kasus baru stunting di masyarakat dapat dilakukan melalui pembinaan rutin terintegrasi dengan program pelayanan kesehatan anak di fasilitas pelayanan kesehatan.
Comprehensive Overview of Nurses' Knowledge and Skills in Documenting Nursing Care Accurately and Efficiently at Community Health Centres Suwarto, Tri; Kartikasari, Fitriana; Purnomo, Jeki
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12179

Abstract

Proper documentation functions as an accurate medical record, legal proof, communication tool among healthcare professionals and a foundation for evaluating and improving services, making nurses' ability to document nursing care accurately and also efficiently vital for research and development. This research aims to provide a comprehensive overview of the knowledge, skill levels of nurses in community health centres in documenting nursing care accurately and efficiently. This quantitative descriptive research use a total sampling approach on all nurses working in community health centres in one district in Indonesia. A questionnaire instrument is used to assess nurses' Knowledge while the skill observation is conducted by using a checklist to assess nurses' practical skills in performing nursing care documentation, including completeness, timeliness, use of standard terms, neatness of documentation. Data is analysed to examine the distribution of knowledge, skill levels possessed by the nurses. Results indicate nurses possess high levels of theoretical knowledge. However, practical skills often lag behind, with several skill areas requiring reinforcement. In assessment, significant gaps exist in biopsychosocial-spiritual data collection skills compared to nurses' knowledge. In diagnosis, data analysis and interpretation skills need improvement despite adequate nursing knowledge. In planning, nurses demonstrate difficulties in formulating action plans based on specific objectives. Nursing intervention implementation, such as health education for families and self-hygiene training, also shows disparities between knowledge and skills. Evaluation of patient and family capabilities shows balanced results. However, nursing care documentation still requires improvement in recording skills. Proposed recommendations include developing continuous training programmes, fostering interdisciplinary collaboration, enhancing family education, improving documentation skills, conducting regular evaluations of nurses' knowledge and skills.
OBESITAS, POLA MAKAN, DAN POLA TIDUR DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI KLINIK ASY-SYIFA KUDUS Risky Maulana; Rusnoto, Rusnoto; Kartikasari, Fitriana; Edy Soesanto
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.784

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular dengan prevalensi meningkat setiaptahun, sering disebut silent killer karena sering tanpa gejala. Faktor gaya hidupseperti obesitas, pola makan, dan pola tidur berperan penting dalamperkembangannya, di mana obesitas meningkatkan beban kerja jantung, polamakan tinggi garam, lemak, dan gula memperburuk tekanan darah, serta pola tiduryang buruk mengganggu keseimbangan hormon.Penelitian di Klinik Asy-SyifaKudus menggunakan desain cross-sectional dengan 81 responden dan analisis ujiSpearman (Rho) menunjukkan bahwa pola makan (p = 0,005) dan pola tidur(p=0,001) memiliki hubungan signifikan dengan hipertensi, sementara obesitastidak. Pola tidur memiliki korelasi lemah hingga sedang (-0,314), sedangkan polamakan (-0,278) dan obesitas (-0,259) memiliki korelasi lemah. Hasil inimenunjukkan bahwa semakin buruk pola makan dan kualitas tidur, serta semakintinggi tingkat obesitas, semakin besar risiko hipertensi
AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MEROKOK, DAN KONSUMSI KOPI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI KLINIK ASY-SYIFA DESA JANGGALAN KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS Delta Surya Kusuma; Rusnoto, Rusnoto; Kartikasari, Fitriana
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i1.785

Abstract

Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah sistolik yang mencapai atau melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan diastolik yang mencapai atau melebihi 90 mmHg. Kondisi ini sering disebut "Silent Killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga sulit untuk dideteksi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kuantitatif bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi kopi dengan kejadian hipertensi di Klinik Asy-Syifa Kudus. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 80 responden yang dipilih secara purposive. Data penelitian berupa data kuantitatif yang dikumpulkan melalui kuesioner, yaitu Fagerstrom Test for Nicotine Dependence untuk kebiasaan merokok, International Physical Activity Questionnaire untuk aktivitas fisik, dan Caffeine Consumption Questionnaire untuk konsumsi kopi. Pengukuran hipertensi dilakukan dengan menggunakan tensiometer digital atau manual. Hasil analisis data dengan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi kopi dengan hipertensi (p < 0,05).
Health Beliefs and Skills for Early Detection of Dengue Hemorrhagic Fever in Adolescents Muhamad Jauhar; Dewi Hartinah; Fitriana Kartikasari; Ilham Syarochman Putra
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 21 No. 1 (2025): NJK Volume 21, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v21i1.222

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a public health threat, especially in tropical countries like Indonesia. The increase in morbidity and mortality rates due to dengue fever, especially in the adolescent group, indicates that this problem needs more attention. This is due to a lack of health confidence and early detection skills for dengue fever. Teenagers, families, communities, and even countries feel the burden of disease. The research aims to analyze the relationship between health beliefs and early dengue detection skills in adolescents. The research design uses correlation analysis with a cross-sectional approach. Variable independent, namely Health beliefs, and variable dependent, namely early detection of dengue fever skills. The research was conducted at a state high school in Jepara Regency in January 2025. The research sample was 93 students selected using a purposive sampling technique based on predetermined criteria. Data analysis used the chi-square test. The results of the study showed that there was a statistically significant relationship between health beliefs in the dimensions of perceived vulnerability (p=0.048), perceived severity (p=0.025), perceived benefits (p=0.028), cues to action (p=0.020) and self-efficacy (p=0.002). However, there was no statistically significant relationship on the dimension of perceived barriers (p=0.467). Health beliefs related to early detection skills. There needs to be a collaboration between schools and community health centres in making efforts to prevent dengue fever by increasing health confidence and early dengue detection skills in students.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Keselamatan Pasien dengan Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Demak Idiasari, Intan; Purnomo, Muhammad; Kartikasari, Fitriana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20295

Abstract

Patient safety is a systematic effort to protect patients from injury due to medical errors, and nurses play an important role in implementing the six patient safety goals (PSGs). In Demak Hospital, patient safety incidents are still a concern, so efforts are needed to improve nurses' knowledge and compliance with PSGs. This study aims to analyze the relationship between nurses' knowledge of patient safety and the implementation of PSGs in inpatient rooms. Using a quantitative method with a cross-sectional correlational design on 101 nurses, data were collected through a questionnaire on knowledge and implementation of PSGs, then analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most nurses had good knowledge (72.3%) and had implemented PSGs (97.1%). There was a significant relationship between the level of nurses' knowledge and the implementation of PSGs with a p value of 0.004 and a correlation coefficient of 0.283. These findings emphasize the importance of increasing education and regular training for nurses to strengthen the implementation of PSGs and create a safer hospital service environment for patients.
PENGARUH PEMBERIAN D10% 20 TPM SELAMA 15 MENIT TERHADAP PENINGKATAN NILAI GULA DARAH PASIEN HIPOGLIKEMIA DI IGD RSUD KI AGENG GETAS PENDOWO GUBUG Yusuf Ilham Romadhoni; Lestari, Diana Tri; Kartikasari, Fitriana
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 7 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v7i2.2027

Abstract

Hipoglikemia merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan harus segera ditangani. Salah satu metode penanganan yang sering digunakan adalah pemberian Dextrose 10% (D10%) secara intravena. Namun, masih sedikit penelitian yang menganalisis efektivitas pemberian D10% dengan laju 20 tetes per menit (TPM) selama 15 menit.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian D10% dengan laju 20 TPM selama 15 menit terhadap peningkatan kadar gula darah pasien hipoglikemia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 18 pasien hipoglikemia yang dirawat di IGD RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug. Kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired t-test. Hasil: Rata-rata kadar gula darah meningkat dari 59,50 mg/dL menjadi 106,5 mg/dL setelah pemberian. Hasil uji Paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian D10% dengan laju 20 TPM selama 15 menit efektif meningkatkan kadar gula darah pasien hipoglikemia.
Asuhan Keperawatan pada Ny. E dengan Diagnosa Post OP Tumor Intra Abdomen di Ruang Kana RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Unsa, Annisa Laila; Jauhar, Muhamad; Kartikasari, Fitriana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumor abdomen merupakan pembengkakan atau benjolan yang diakibatkan neoplasma peradangan yang terletak di area perut. Risiko tumor abdomen cenderung meningkat seiring bertambahnya usia mulai dari 30 sampai 60 tahun. Laparatomi adalah prosedur pembedahan yang melibatkan suatu insisi pada dinding abdomen hingga ke cavitas abdomen. Operasi abdomen merupakan tindakan yang bertujuan mendapatkan bagian organ bermasalah, tindakan ini dilakukan untuk berbagai tujuan biasanya dipertimbangkan ketika rasa sakit dan keterbatasan gerakan telah mengganggu aktivitas sehari-hari pasien. Gejala yang mungkin timbul termasuk konstipasi, nyeri, mual, rasa lelah, penurunan berat badan, dan pendarahan. Penelitian menggunakan metode wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Penerapan asuhan keperawatan menganut teori Self-care Orem yang bertujuan membantu perawat menilai kemampuan kebutuhan perawatan diri pasien yang efektif untuk memahami dan mempromosikan perawatan diri. Hasil evaluasi dari implementasi yang telah dilakukan selama 3x24 jam menghasilkan diagnosa utama Nyeri Akut (D.0077). Mendapatkan hasil, pasien mengatakan nyeri pada bagian luka post-op menurun, luka post-op pada bagian perut kanan, skala 3 dengan kriteria hasil keluhan nyeri menurun, meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun. Faktor emosi, gaya hidup, dukungan keluarga menjadi pendorong dalam pelaksanaan asuhan keperawatan yang optimal.