Pasien stroke yang datang ke IGD perlu mendapatkan tindakan pengkajian oleh perawat secara cepat, tepat, dan efisien. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan instrumen pengkajian yang sesuai. Banyaknya metode pengkajian stroke yang memiliki komponen berbeda-beda membuat perawat perlu membandingkan skala yang paling efektif dalam mendukung diagnose keperawatan, seperti Besson Stroke Score (BSS) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Tujuan untuk mengetahui efektivitas pengkajian BSS dan NIHSS dalam lama durasi pengkajian serta waktu perolehan jumlah diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental post-test only design. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian, stopwatch, Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengkajian BSS dan NIHSS terhadap durasi pengkajian dan perolehan diagnosa keperawatan, dengan nilai p-Value sebesar 0,001 (<0,05). Pengkajian BSS lebih efektif dan efisien karena komponennya lebih sedikit, sehingga cocok untuk situasi darurat. Sementara itu, NIHSS membutuhkan waktu lebih lama namun memberikan hasil neurologis yang lebih mendalam, sehingga mendukung diagnosa yang lebih akurat dan mendetail, terutama untuk pasien yang membutuhkan evaluasi lanjutan seperti rawat inap.
Copyrights © 2026