Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

F FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 0-9 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN Angga Irawan; Muhammad Hatta Subakti; Nurul Hidayah
Journal of Nursing Invention Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v2i1.61

Abstract

Abstract: in Indonesian, abstract length of 200-250 words (Arial 10). The abstract is written in one paragraph which consists of background, research objectives, concise method, main results including new facts, main conclusions and their meaning/suggestions from research results for scientific or practical development. Paragraph is a part that can stand alone if it is separated from the entire text, therefore the information included must be able to reflect what is discussed in the whole text. Avoid including information that is not in the script. Contains all the keywords to be indexed.  Background: One of the efforts to control disease is through immunization. Low immunization coverage indicates low motivation in providing basic immunization. The factors that influence this motivation include knowledge, perception and family support. Knowing the factors related to mother's motivation about giving basic immunization to infants aged 0-9 months.  Method: This study used an analytical survey with a cross sectional approach. The population was all mothers of infants aged 0-9 months in the working area of the Alalak Selatan Banjarmasin Health Center, totaling 711 people. The samples taken were 98 people with purposive sampling technique. Data were analyzed using the Spearman Rank test with a confidence level of 95%.  Conclusion: There is a relationship between knowledge, perceptions and family support with mother's motivation regarding basic immunization for infants aged 0-9 months. Puskesmas should be able to improve communication media, information and education about basic immunization completely through posters or leaflets.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND HYPERTENSION INCIDENCE AMONG POLICE OFFICERS IN THE SAMAPTA UNIT OF KAPUAS POLICE DEPARTMENT Vianetria Vianetria; Ahmad Syahlani; Angga Irawan
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22021

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent cardiovascular diseases worldwide, including in Indonesia. One of the contributing factors to hypertension is stress, especially among individuals with high work pressure, such as police officers. The Samapta Unit of Kapuas Police Department has complex and high-risk duties, which increase stress levels and may impact their overall health. This study aims to analyze the relationship between stress levels and the incidence of hypertension among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. This research employs a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consists of all officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department who met the inclusion criteria, totaling 36 respondents. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire to measure stress levels and sphygmomanometer measurements to assess blood pressure. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. The results show that 50% of respondents experienced mild stress, 47.2% had moderate stress, and 2.8% had severe stress. Additionally, 38.89% of respondents were diagnosed with hypertension. The statistical test using Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.009, indicating a significant relationship between stress levels and hypertension incidence among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. These findings confirm that stress levels are significantly associated with hypertension among police officers. Proper stress management strategies should be implemented to reduce the risk of hypertension among law enforcement personnel.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Self Esteem pada Pasien Tb Paru di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Ardianto Priwijaya; Angga Irawan; Onieqie Ayu Dhea Manto
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 1 (2025): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i1.522

Abstract

Pulmonary tuberculosis causes physical and psychological impacts, if there is no good coping mechanism and social support, it can cause self-esteem to be disturbed. The purpose of this study was to determine the relationship between social support and self-esteem in pulmonary TB patients at the Pekauman Health Center, Banjarmasin City. The type of research is descriptive correlation with a cross-sectional design on 36 samples of pulmonary TB patients at the Pekauman Health Center, Banjarmasin City with a total sampling technique. This study used primary data obtained from questionnaires. Data analysis used univariate and bivariate Chi Square. The study found that respondents' social support was low 38.9%, moderate social support 30.6% and high social support 30.6% while low self-esteem was 50%, moderate self-esteem 27.8% and high self-esteem 22.2%. Chi square analysis obtained a p-value of 0.000 (<0.05), meaning that there was a relationship between social support and self-esteem in pulmonary TB patients at the Pekauman Health Center, Banjarmasin City.
Penerapan Terapi Tebak Gambar sebagai Stimulasi Kognitif Lansia di Wisma Kenanga PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru Arya Prasetya; Dilla Futri Ramadhani; Grisiana Agustin Patrisia; Karina Karina; Novita Sari; Angga Irawan; Queenne Kimverlee C. Claro; Yves B. Reyes; Fajar Az-zahrawi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1001

Abstract

Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan. Penurunan ini dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, kemampuan berpikir, serta interaksi sosial lansia. Upaya stimulasi kognitif secara nonfarmakologis diperlukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) metode Tebak Gambar di Wisma Kenanga PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 dan diikuti oleh 5 orang lansia perempuan dengan rentang usia 60–70 tahun. Metode yang digunakan berupa terapi aktivitas kelompok dengan stimulasi visual dan verbal melalui permainan Tebak Gambar. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, kemampuan mengenali gambar, serta hasil post-test yang menilai aspek memori, bahasa, penalaran, dan kecepatan berpikir. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mampu mengikuti kegiatan dengan baik, menunjukkan peningkatan fokus, keaktifan, serta kemampuan mengenali dan mengingat objek. Rata-rata skor post-test berada dalam kategori baik. Terapi Tebak Gambar terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana untuk menstimulasi dan mempertahankan fungsi kognitif lansia.
KESESUAIAN TAFSIRAN BERAT JANIN DENGAN RUMUS JOHNSON-TOSHACK DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI PUSKESMAS BASARANG Dewi Murni; Desilestia Dwi Salmarini; Angga Irawan; Nita Hestiyana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4807

Abstract

Latar Belakang: Provinsi Kalimantan Tengah merupakan 10 provinsi dengan presentase kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2022 angka kematian ibu sebesar 146 per 100 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 9,0 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka kejadian BBLR adalah melakukan skrining saat kehamilan secara tepat dengan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU). Metode sederhana yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah TFU adalah dengan rumus Johson- Toshack.Tujuan: menguji Kesesuaian Tafsiran Berat Janin dengan Rumus Johnson-Toshack dengan Berat Lahir Bayi di Puskesmas Basarang.Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan rancangan cross sectional menggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Basarang dari bulan Oktober-November 2023 yang berjumlah 40 orang dengan usia kehamilan kisarannya 37-42 minggu. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling.Analisis menggunakan Wilcoxon test.Hasil: Analisis dengan SPSS versi 23 didapatkan perbedaan antara taksiran berat badan janin dengan berat badan bayi baru lahir. Selisih rata-rata taksiran berat badan janin dengan berat badan bayi baru lahir adalah sebesar 49,37 gram. Sedangkan berdasarkan hasil uji Wilcoxon sign test terdapat angka p value 0,043 (<0,05) Simpulan: Ada kesesuaian antara taksiran berat badan janin menurut rumus Johnson Tausack dengan berat lahir bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Basarang tetapi tidak signifikan dengan adanya perbedaan rata-rata 49,37 gram antara tafsiran berat janin dan berat badan bayi saat lahir. Kata Kunci: Tafsiran Berat Janin, Johnson Tausack
Terapi Sunbathing Dan Exercise Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru Lidya Sianipar; Angga Irawan; Wahdatur Rahmi Anisa; Salsa Norsipa; Nila Melanda; Yudit Septia Marini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.631

Abstract

Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologis, salah satunya dengan terapi sunbathing (berjemur matahari pagi) dan exercise (latihan fisik ringan). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi sunbathing dan exercise terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode kegiatan dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Setiap sesi terdiri atas paparan sinar matahari pagi selama 15–20 menit dan latihan fisik ringan selama 20–30 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 156 mmHg menjadi 142 mmHg, dan diastolik dari 92 mmHg menjadi 84 mmHg. Selain itu, lansia menunjukkan peningkatan kebugaran, semangat, serta kualitas tidur. Dapat disimpulkan bahwa terapi sunbathing dan exercise efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan lansia penderita hipertensi. Program ini direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di panti sosial guna mendukung pengelolaan hipertensi secara non farmakologis.
Efektivitas Pengkajian Besson Stroke Score dan National Institute of Health Stroke Scale dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke Shaila Chaidir; M. Sobirin Mohtar; Angga Irawan; M. Riduansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1607

Abstract

Pasien stroke yang datang ke IGD perlu mendapatkan tindakan pengkajian oleh perawat secara cepat, tepat, dan efisien. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan instrumen pengkajian yang sesuai. Banyaknya metode pengkajian stroke yang memiliki komponen berbeda-beda membuat perawat perlu membandingkan skala yang paling efektif dalam mendukung diagnose keperawatan, seperti Besson Stroke Score (BSS) dan National Institute of Health Stroke Scale (NIHSS). Tujuan untuk mengetahui efektivitas pengkajian BSS dan NIHSS dalam lama durasi pengkajian serta waktu perolehan jumlah diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental post-test only design. Jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian, stopwatch, Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengkajian BSS dan NIHSS terhadap durasi pengkajian dan perolehan diagnosa keperawatan, dengan nilai p-Value sebesar 0,001 (<0,05). Pengkajian BSS lebih efektif dan efisien karena komponennya lebih sedikit, sehingga cocok untuk situasi darurat. Sementara itu, NIHSS membutuhkan waktu lebih lama namun memberikan hasil neurologis yang lebih mendalam, sehingga mendukung diagnosa yang lebih akurat dan mendetail, terutama untuk pasien yang membutuhkan evaluasi lanjutan seperti rawat inap.
Hubungan antara Index Masa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Ice Trianti; Rian Tasalim; Angga Irawan; Subhannur Rahman
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1639

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi masalah kesehatan utama di pelayanan kesehatan primer. Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis seperti penurunan elastisitas pembuluh darah dan gangguan mekanisme regulasi tekanan darah. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah indeks massa tubuh (IMT). Lansia dengan IMT tidak normal, terutama overweight dan obesitas, memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat peningkatan resistensi perifer dan beban kerja jantung. Di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan, masih ditemukan tingginya kasus hipertensi pada lansia yang disertai status gizi berlebih, sehingga diperlukan kajian ilmiah sebagai dasar intervensi promotif dan preventif. Mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah menggunakan alat ukur standar. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori IMT overweight dan obesitas serta mengalami hipertensi. Uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan kejadian hipertensi pada lansia (p 0,000). Indeks massa tubuh berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Hubungan Tingkat Motivasi terhadap Self Esteem pada Pasien Tuberkulosis Lela Salasikin; Angga Irawan; M. Arief Wijaksono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2278

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga psikologis penderitanya. Pasien TB yang menjalani pengobatan jangka panjang rentan mengalami penurunan self-esteem akibat stigma, perubahan kondisi fisik, serta tekanan sosial. Motivasi berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku pasien selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas Tamiang Layang. Populasi penelitian sebanyak 50 orang. Sampel berjumlah 44 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner motivasi serta Rosenberg Self-Esteem  Scale (RSES). Hasil pengujian kuesioner motivasi reliabilitas 0,82. Pengujian validitas menunjukkan hasil yang baik 0,77 sampai dengan 0,88.  Instrumen  Rosenberg  Self-Esteem  Scale (RSES) versi Bahasa Indonesia juga sudah diuji validitas dan realiabilitasnya dengan nilai cronbach  alpha  0,87  dan  nilai  realibilitas  0,89. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi dan self-esteem pada kategori sedang. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis di UPTD Puskesmas Tamiang Layang (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat motivasi dengan self-esteem pada pasien tuberkulosis. Peningkatan motivasi berperan penting dalam meningkatkan self-esteem pasien TB.
KESESUAIAN TAFSIRAN BERAT JANIN DENGAN RUMUS JOHNSON-TOSHACK DENGAN BERAT LAHIR BAYI DI PUSKESMAS BASARANG Dewi Murni; Desilestia Dwi Salmarini; Angga Irawan; Nita Hestiyana
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4807

Abstract

Latar Belakang: Provinsi Kalimantan Tengah merupakan 10 provinsi dengan presentase kematian ibu dan bayi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2022 angka kematian ibu sebesar 146 per 100 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 9,0 per 1000 kelahiran hidup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan angka kejadian BBLR adalah melakukan skrining saat kehamilan secara tepat dengan pengukuran tinggi fundus uteri (TFU). Metode sederhana yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan adalah TFU adalah dengan rumus Johson- Toshack.Tujuan: menguji Kesesuaian Tafsiran Berat Janin dengan Rumus Johnson-Toshack dengan Berat Lahir Bayi di Puskesmas Basarang.Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan rancangan cross sectional menggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Basarang dari bulan Oktober-November 2023 yang berjumlah 40 orang dengan usia kehamilan kisarannya 37-42 minggu. Sampel diambil dengan teknik Total Sampling.Analisis menggunakan Wilcoxon test.Hasil: Analisis dengan SPSS versi 23 didapatkan perbedaan antara taksiran berat badan janin dengan berat badan bayi baru lahir. Selisih rata-rata taksiran berat badan janin dengan berat badan bayi baru lahir adalah sebesar 49,37 gram. Sedangkan berdasarkan hasil uji Wilcoxon sign test terdapat angka p value 0,043 (<0,05) Simpulan: Ada kesesuaian antara taksiran berat badan janin menurut rumus Johnson Tausack dengan berat lahir bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Basarang tetapi tidak signifikan dengan adanya perbedaan rata-rata 49,37 gram antara tafsiran berat janin dan berat badan bayi saat lahir. Kata Kunci: Tafsiran Berat Janin, Johnson Tausack