Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kecacatan jangka panjang di dunia. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan fungsi motorik, terutama pada ekstremitas atas akibat kerusakan pada sistem saraf pusat. Salah satu masalah yang sering di alami pasien stroke adalah kelemahan kekuatan genggaman tangan, yang berdampak langsung pada kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, menulis, dan memegang benda. Penurunan fungsi ini dapat menurunkan kemandirian serta kualitas hidup pasien. Salah satu bentuk latihan yang dapat membantu meningkatkan kekuatan otot tangan adalah latihan cylindrical grip, yaitu latihan menggenggam benda berbentuk silinder untuk merangsang kontraksi otot fleksor jari dan tangan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan genggaman tangan pada pasien stroke di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment pre-test and post-test without control. Sampel berjumlah 26 pasien stroke dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kekuatan otot genggaman tangan meningkat dari 20,88 (SD=6,108) pada pre-test menjadi 23,77 (SD=6,556) pada post-test. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p=0,001 (<0,05) yang menandakan adanya peningkatan kekuatan otot genggaman tangan yang bermakna setelah intervensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa latihan cylindrical grip berpengaruh dalam meningkatkan kekuatan otot genggaman tangan pada pasien stroke.
Copyrights © 2026