p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
M. Zul’Irfan
Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Persepsi Risiko Komplikasi Dengan Kepatuhan Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Pekanbaru Kota Bintang Zahara; M. Zul’irfan; Sri Yanti; Emul Yani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.591

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian global dan nasional. Rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kegagalan terapi. Persepsi pasien terhadap risiko komplikasi diduga berperan dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi risiko komplikasi dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Pekanbaru Kota. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Februari 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner persepsi risiko komplikasi TB yang terdiri dari 8 item pernyataan dan telah diuji validitas serta reliabilitas pada 15 responden. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,514) dan hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,948. Kepatuhan pengobatan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi risiko komplikasi TB kategori tinggi sebanyak 29 responden (55,8%) dan kepatuhan pengobatan kategori rendah sebanyak 21 responden (40,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi risiko komplikasi TB dengan kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Penelitian ini merekomendasikan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai risiko komplikasi TB guna meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Tentang Pertolongan Pertama Pada Choking Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru Maysa Febrianda; M. Zul’Irfan; Wardah Wardah; Dendy Kharisna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.649

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan merupakan situasi yang mengancam nyawa dan memerlukan tindakan segera untuk mencegah kecacatan maupun kematian, terutama akibat gangguan fungsi vital seperti pernapasan dan sirkulasi (WHO, 2023). Choking merupakan tersumbatnya jalan napas oleh benda asing yang dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian apabila tidak segera ditangani. Kejadian choking masih kerap dijumpai di lingkungan rumah tangga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pertolongan pertama pada choking di wilayah kerja Puskesmas Simpang Baru Kota Pekanbaru. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 sampai Januari 2026 dengan jumlah sebanyak 392 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap tentang pertolongan pertama pada choking. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi tingkat pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 227 responden (57,9%), sedangkan sebagian lainnya berada pada kategori cukup dan kurang. Pada variabel sikap, hampir seluruh responden menunjukkan sikap positif terhadap pertolongan pertama pada choking sebanyak 346 responden (88,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat memiliki sikap yang positif dan tingkat pengetahuan yang relatif baik, namun masih terdapat sebagian responden dengan pengetahuan yang belum optimal. Oleh karena itu, disarankan adanya peningkatan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada choking secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejadian choking.