Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal yang menimbulkan gejala sesak napas, kelelahan, dan keterbatasan aktivitas sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien. Kepatuhan diet merupakan bagian penting dari self care pada pasien CHF untuk mengontrol gejala dan mencegah perburukan penyakit. Rendahnya kepatuhan terhadap pembatasan garam dan cairan dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan rawat ulang yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasi dan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1657 pasien CHF dengan sampel 105 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dan dihitung dengan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah Dietary Salt Reduction Self-Care Behavior Scale untuk mengukur kepatuhan diet dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire untuk mengukur kualitas hidup yang telah telah teruji valid dan reliabel. Penelitian dilakukan di RS Hermina Galaxy dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet yaitu 66 orang (62,9%), sedangkan yang patuh 39 orang (37,1%). Mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik yaitu 86 orang (81,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value 0,123 (p>0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF.
Copyrights © 2026