Retno Winarti
Institut Kesehatan Hermina

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TEKNIK METODE BACK ROLLING MASSAGE DAN PIJAT WOOLWICH EFEKTIF MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST SEKSIO SESAREA DI RS HERMINA Suryani Hartati; Melli ka Rosita; Retno Winarti
JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN ALTRUISTIK Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik (JIKA)
Publisher : Institut Kesehatan Hermina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48079/jika.v7i2.122

Abstract

After giving birth by caesarean section, the mother does not undergo Early Initiation of Breastfeeding in the first hour after the birth of the baby which results in the production of breast milk not being stimulated or the baby's sucking reflex being absent which affects the release of breast milk.. The purpose of this scientific paper is to describe the effect of rolling back massage and woolwich massage techniques on increasing breast milk production in 5 Mrs. S 33 years old P1A0 with post sectio cesarea indications of cephalopelvic disproportion. This research method uses case studies. The research was conducted on May 1 - 3, 2024 at Hermina Hospital Jatinegara. Nursing actions taken are rolling back massage techniques and woolwich massage. which was carried out for 2 days every morning and afternoon for 20 minutes, it was found that the increase in breast milk production. Evaluation of breast milk out, smoothly. Nurse recommendations are expected to carry out non-pharmacological therapy rolling back massage and woolwich massage in post section caesarea patients to increase breast milk production.
The EFFECT OF BASIC LIFE SUPPORT APPLICATIONS ON INCREASING SELF EFFICACY IN NURSING STUDENTS Nadia Oktiffany Putri; Retno Winarti; Ajeng Dwi Retnani
Jurnal Keperawatan Malang Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v9i1.296

Abstract

Background: Early treatment that is not carried out is one of the causes of morbidity and mortality in victims of cardiac and respiratory arrest. Basic Life Support (BLS) knowledge and skills are important to help someone experiencing a life-threatening condition. Nursing students are one of the individuals who often face emergency conditions when they go to the hospital. An effort to overcome nursing students' understanding of BHD is by providing BHD learning. Purpose: The aim of this study was to analyze the effect of learning using the BHD application model on increasing self-efficacy in nursing students. Methods: This study was a true experimental study with a pretest-posttest control group design. The population was 198 nursing students. The instrument used in this research was developed by researchers based on a modification of the questionnaire in one of the previous studies. Result: The results of the study showed that respondents' self-efficacy increased after BLS learning. A significant increase in self-efficacy occurred in the intervention group by providing the application as a BHD learning media. Implication: The use of BLS learning methods by utilizing technological advances will make learning more compatible with context and has the potential to have a greater impact on nursing students' self-efficacy.
Hubungan Pola Konsumsi Cairan Berpemanis dengan Risiko Diabetes Melitus pada Siswa-Siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta Cut Amelia Indriani Arfansyah Siti; Edi Gunawan; Retno Winarti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.2143

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang semakin banyak ditemukan pada anak usia sekolah dasar, terutama tipe 2 yang dipicu oleh gaya hidup tidak sehat termasuk konsumsi cairan berpemanis berlebih. Prevalensi diabetes melitus pada anak dan remaja terus meningkat secara global, dengan lebih dari 1,2 juta anak di bawah usia 20 tahun terdiagnosis DM tipe 2. Di Indonesia, konsumsi minuman berpemanis mencapai 48,6% pada kelompok anak dan remaja setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi cairan berpemanis dengan risiko diabetes melitus pada siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi siswa-siswi SDN Kayu Putih 03 Jakarta usia 10-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner BEVQ-17 (Beverage Intake Questionnaire) untuk mengukur pola konsumsi cairan berpemanis dan instrumen ADA Diabetes Risk Test untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Studi pendahuluan terhadap 20 siswa menunjukkan mayoritas lebih memilih minuman berpemanis dari kantin sekolah dan belum memahami risiko diabetes melitus. Konsumsi cairan berpemanis berlebih mengakibatkan hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan akumulasi lemak viseral yang secara langsung berkontribusi pada patogenesis DM tipe 2. Penelitian ini diharapkan menghasilkan data ilmiah sebagai dasar program skrining dan promosi kesehatan pencegahan diabetes melitus pada anak usia sekolah dasar.
PENGARUH BLENDED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENANGANAN TERSEDAK PADA KADER Emmi Wahyuni; Sofie Handajany; Lutfiasih Rahmawati; Bella Nur Azizah; Putri Sri Yuweni; Nadia Oktiffani Putri; Fitriyati Fitriyati; Jamaludin Jamaludin; Retno Winarti
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 10/ Nomor 1/ January 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kegawatdaruratan pernapasan yang mengancam jiwa, yang jika dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan hipoksia dan kematian. Kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama pada tersedak. Namun, pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pertolongan pertama pada penderita tersedak saat ini masih terbatas. Berbagai model pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan kader. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended learning terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak pada kader. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Tambun, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah kader Posyandu di Tambun. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan checklist. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan tersedak pada kader dengan nilai p <0,001. Rata-rata skor pascates menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dibandingkan dengan rata-rata skor prates. Kesimpulan: Metode pembelajaran campuran secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak pada kader.
Hubungan Kepatuhan Diet dengan Kualitas Hidup pada Pasien Congestif Heart Failure Emmi Wahyuni; Fera Aftiyanti; Retno Winarti; Riskiana Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1762

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyakit kronis akibat ketidakmampuan jantung memompa darah secara optimal yang menimbulkan gejala sesak napas, kelelahan, dan keterbatasan aktivitas sehingga memengaruhi kualitas hidup pasien. Kepatuhan diet merupakan bagian penting dari self care pada pasien CHF untuk mengontrol gejala dan mencegah perburukan penyakit. Rendahnya kepatuhan terhadap pembatasan garam dan cairan dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan rawat ulang yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasi dan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 1657 pasien CHF dengan sampel 105 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dan dihitung dengan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan adalah Dietary Salt Reduction Self-Care Behavior Scale untuk mengukur kepatuhan diet dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire untuk mengukur kualitas hidup yang telah telah teruji valid dan reliabel. Penelitian dilakukan di RS Hermina Galaxy dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak patuh terhadap diet yaitu 66 orang (62,9%), sedangkan yang patuh 39 orang (37,1%). Mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik yaitu 86 orang (81,9%). Hasil uji korelasi menunjukkan nilai p-value 0,123 (p>0,05) sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan diet dengan kualitas hidup pada pasien CHF.
Perilaku Feminine Hygiene dengan Kejadian Pruritus Vulvae pada Remaja Putri Masa Pubertas: Literature Review Firda Rahmah Fauziah; Retno Winarti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i2.1849

Abstract

Masa pubertas pada remaja putri ditandai dengan menstruasi yang memerlukan perhatian terhadap kebersihan organ reproduksi. Perilaku feminine hygiene yang tidak adekuat dapat meningkatkan risiko pruritus vulvae. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku feminine hygiene dengan kejadian pruritus vulvae pada remaja masa pubertas. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pedoman PRISMA melalui pencarian pada Google Scholar, ResearchGate, ScienceDirect, dan PubMed tahun 2022-2026. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar artikel melaporkan adanya hubungan antara perilaku feminine hygiene dengan kejadian pruritus vulvae. Remaja dengan perilaku hygiene buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami pruritus vulvae dibandingkan dengan yang berperilaku baik. Analisis menunjukkan bahwa perilaku hygiene merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kejadian pruritus vulvae. Disimpulkan bahwa peningkatan perilaku feminine hygiene secara konsisten sangat penting untuk menurunkan risiko pruritus vulvae melalui edukasi kesehatan reproduksi di sekolah dan komunitas.
Program Pendidikan Kesehatan Mengenai PHBS Menggunakan Media Edukasi Berbasis Digitalisasi Era 4.0 untuk Siswa di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang Ajeng Dwi; Musripah Musripah; Suryani Hartati; Retno Winarti; Alfanira Alfanira; Ening Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20421

Abstract

ABSTRAK PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong diri sendiri di kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. Hal ini merupakan strategi yang digunakan untuk menciptakan kemandirian dalam meningkatkan taraf kesehatannya di bidang kesehatan masyarakat. Penyakit yang banyak diderita oleh siswa SD yaitu penyakit cacingan sebesar 60-80%, dan caries gigi sebanyak 74,4%. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya upaya secara komprehensif dari berbagai sektor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan PHBS di Sekolah Alam Mekar Bhakti Tangerang. Penyuluhan kesehatan ini diikuti oleh 40 siswa kelas 3, 4 dan 5. Kegiatan ini dilakukan pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah diberikan penyuluhan Kesehatan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan diketahui hasil posttest mengalami peningkatan sebesar 55%. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai konsep PHBS di lingkungan sekolah. Penulis berharap dengan adanya peningkatan pengetahuan responden dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.  Kata Kunci: Pola Hidup Bersih dan Sehat, Sekolah, Siswa  ABSTRACT PHBS is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning, which makes a family, group or community able to help themselves in health and play an active role in realizing health. This is a strategy used to create independence in improving the level of health in the field of public health. The diseases that many elementary school students suffer from are worms at 60-80%, and dental caries at 74.4%. Therefore, to overcome this problem there needs to be a comprehensive effort from various sectors. This community service activity aims to increase knowledge and application of PHBS at the Alam Mekar Bhakti School, Tangerang. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. This health education was attended by 40 students in grades 3, 4 and 5. This activity was carried out by pretest and posttest to measure the level of students' knowledge before and after being given health education. Based on the activities that have been carried out, it is known that the posttest results have increased to 90% of students who can answer correctly. There is an increase in students' knowledge regarding PHBS concepts in the school environment. The author hopes that with increased knowledge respondents can implement a clean and healthy lifestyle in the school environment. Keywords: Clean and Healthy Lifestyle, School, Students