Posyandu secara resmi ditetapkan sebagai "garda terdepan" dalam strategi nasional penurunan stunting. Kepatuhan ibu berkunjung memungkinkan deteksi dini jika terdapat penyimpangan pertumbuhan, sehingga intervensi gizi dapat segera dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi gizi buruk atau stunting. Menganalisis hubungan kepatuhan ibu berkunjung ke Posyandu dengan status gizi balita di Desa Hiliweto Gido tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita berusia 12–59 bulan, dengan jumlah sampel 87 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian Buku KIA atau KMS dan alat antropometri dan teknik analisis data pada penelitian yaitu menggunakan analisis univariat dengan uji Chi-Square. Mayoritas ibu balita berkunjung ke Posyandu dengan kategori patuh sebanyak 74 orang (85,1%) dan tidak patuh sebanyak 13 orang (14,9%). Kondisi gizi balita, mayoritas berada pada status gizi baik 76 orang (87,4%) dan sisanya mengalami gizi kurang sebanyak 11 orang (12,6%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai ρ value = 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ke Posyandu dengan status gizi balita. Kunjungan Posyandu memiliki peranan penting dalam pemantauan dan peningkatan status gizi balita (p-value = 0,000, lebih kecil dari α = 0,05). Keberadaan dan pemanfaatan layanan Posyandu berkontribusi terhadap upaya pencegahan masalah gizi pada balita melalui pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, serta deteksi dini gangguan pertumbuhan.
Copyrights © 2026