Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah kronis yang membutuhkan transfusi darah rutin. Transfusi darah berulang dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam tubuh sehingga diperlukan terapi kelasi besi untuk mencegah komplikasi. Kepatuhan dalam mengonsumsi kelasi besi sangat penting untuk mengontrol kadar zat besi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis desain penelitian korelasional pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien anak thalasemia yang ditransfusi, sampel sebanyak 38 orang, responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data penelitian ini diperoleh secara langsung dari responden menggunakan lembar kuesioner MMAS-8 dan PedsQL yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis bivariat dilakukan dengan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan (p-value = 0,000) konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasem. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi kelasi besi dengan kualitas hidup pasien anak thalasemia, semakin baik kepatuhan dalam mengonsumsi terapi kelasi besi, maka semakin baik pula kualitas hidup pasien anak thalasemia.
Copyrights © 2026