Fraktur atau patah tulang merupakan kondisi dimana hilangnya kontinuitas tulang berupa tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik bersifat total atau parsial. Nyeri merupakan masalah utama yang dialami pasien pasca fraktur, khususnya setelah tindakan open reduction internal fixation (ORIF). Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis tetapi juga dapat dilakukan secara farmakologi maupun nonfarmakologis seperti kompres dingin menggunakan ice pack gelĀ yang dapat berfungsi menurunkan intensitas nyeri. Mengetahui efektifitas penerapan kompres dingin terhadap intensitas nyeri pada pasien post ORIF fraktur ekstermitas bawah. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada dua pasien post ORIF. Intervensi kompres dingin diberikan selama tiga hari dengan durasi 10 menit setiap hari. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala numerik. Pada pasien pertama terjadi penurunan nyeri secara konsisiten dari skala 7 menjadi 3 selama tiga hari. Pada pasien kedua, respon yang didapatkan tidak konsisten, dimana pada hari kedua dan ketiga terjadi peningkatan nyeri setelah intervensi, namun menurun kembali setelah beberapa waktu. Tidak ditemukan efek samping serius selama pemberian kompres dingin. Kompres dingin dengan menggunakan ice pack gelĀ dapat menurunkan intensitas nyeri pasien fraktur post ORIF.
Copyrights © 2026