Ari Budiati Sri Hidayati
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kompres Dingin terhadap Tingkat Nyeri pada Pasien Post Orif Fraktur Ekstermitas Bawah Nadia Vitta Yulianti; Ari Budiati Sri Hidayati; Dyah Rivani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2037

Abstract

Fraktur atau patah tulang merupakan kondisi dimana hilangnya kontinuitas tulang berupa tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik bersifat total atau parsial. Nyeri merupakan masalah utama yang dialami pasien pasca fraktur, khususnya setelah tindakan open reduction internal fixation (ORIF). Penatalaksanaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis tetapi juga dapat dilakukan secara farmakologi maupun nonfarmakologis seperti kompres dingin menggunakan ice pack gel  yang dapat berfungsi menurunkan intensitas nyeri. Mengetahui efektifitas penerapan kompres dingin terhadap intensitas nyeri pada pasien post ORIF fraktur ekstermitas bawah. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada dua pasien post ORIF. Intervensi kompres dingin diberikan selama tiga hari dengan durasi 10 menit setiap hari. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala numerik. Pada pasien pertama terjadi penurunan nyeri secara konsisiten dari skala 7 menjadi 3 selama tiga hari. Pada pasien kedua, respon yang didapatkan tidak konsisten, dimana pada hari kedua dan ketiga terjadi peningkatan nyeri setelah intervensi, namun menurun kembali setelah beberapa waktu. Tidak ditemukan efek samping serius selama pemberian kompres dingin. Kompres dingin dengan menggunakan ice pack gel  dapat menurunkan intensitas nyeri pasien fraktur post ORIF.
Pengaruh Ballon Blowing Exercise terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien dengan PPOK Anggia Murni; Ari Budiati Sri Hidayati; Yuke Mazdaif
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2040

Abstract

PPOK dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas sehingga menurunkan saturasi oksigen akibat ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi. Kondisi ini dapat menimbulkan hipoksemia hingga kerusakan sel apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi yang dapat diberikan adalah latihan pernapasan balloon blowing exercise. Tujuan implementasi ini adalah untuk mengetahui saturasi oksigen pada pasien PPOK sebelum dan sesudah diberikan balloon blowing exercise. Penelitian ini menerapkan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup  pengkajian,  diagnosis  keperawatan,  intervensi,  pelaksanaan,  dan  evaluasi dengan menerapkan intervensi khusus yaitu ballon blowing exercise. Subjek penelitian yang digunakan adalah 1 pasien PPOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya PPOK serta memengaruhi perubahan saturasi oksigen. Sebelum diberikan ballon blowing exercise, nilai saturasi Subjek sebesar 93,3% pada pagi hari dan sore hari sebesar 94%, nilai tersebut berada di bawah ambang batas normal. Setelah intervensi mengalami peningkatan sebesar 95% pada pagi hari dan sore hari sebesar 96%, sehingga sudah berada dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa balloon blowing exercise dalam membantu meningkatkan oksigenasi pada pasien dengan PPOK.