PPOK dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas sehingga menurunkan saturasi oksigen akibat ketidakseimbangan ventilasi dan perfusi. Kondisi ini dapat menimbulkan hipoksemia hingga kerusakan sel apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi yang dapat diberikan adalah latihan pernapasan balloon blowing exercise. Tujuan implementasi ini adalah untuk mengetahui saturasi oksigen pada pasien PPOK sebelum dan sesudah diberikan balloon blowing exercise. Penelitian ini menerapkan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang mencakup pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menerapkan intervensi khusus yaitu ballon blowing exercise. Subjek penelitian yang digunakan adalah 1 pasien PPOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya PPOK serta memengaruhi perubahan saturasi oksigen. Sebelum diberikan ballon blowing exercise, nilai saturasi Subjek sebesar 93,3% pada pagi hari dan sore hari sebesar 94%, nilai tersebut berada di bawah ambang batas normal. Setelah intervensi mengalami peningkatan sebesar 95% pada pagi hari dan sore hari sebesar 96%, sehingga sudah berada dalam kisaran normal. Hal ini menunjukkan bahwa balloon blowing exercise dalam membantu meningkatkan oksigenasi pada pasien dengan PPOK.