Ibu pekerja menghadapi tantangan ganda dalam memenuhi kewajiban profesional sekaligus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan manajemen laktasi dan ketersediaan fasilitas ruang laktasi dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 73 ibu pekerja. Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan manajemen laktasi kategori cukup (47,9%), fasilitas ruang laktasi sebagian besar tidak memadai (68,5%), dan mayoritas ibu pekerja tidak berhasil memberikan ASI eksklusif (56,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan manajemen laktasi dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p = 0,015). Ibu berpengetahuan baik memiliki tingkat keberhasilan tertinggi (70,6%), sedangkan ibu berpengetahuan kurang memiliki tingkat kegagalan tertinggi (76,2%). Ketersediaan fasilitas ruang laktasi tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p = 0,138). Disimpulkan bahwa pengetahuan manajemen laktasi merupakan faktor dominan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif pada ibu pekerja.
Copyrights © 2026