Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan komplikasi infeksi yang sering terjadi pada pasien dengan ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap. Kolonisasi bakteri pada rongga mulut selama penggunaan ventilator mekanik menjadi salah satu faktor risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penerapan oral hygiene menggunakan antiseptik chlorhexidine 0,2%. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2% dalam mencegah Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien dengan ventilator mekanik. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang menggunakan ventilator mekanik melalui endotracheal tube (ETT) selama ≥48 jam dan tidak terdiagnosis pneumonia saat masuk Intensive Care Unit (ICU). Intervensi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2 dilakukan setiap shift selama tiga hari observasi. Evaluasi menggunakan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) meliputi suhu tubuh, jumlah leukosit, sekret trakea, rasio PaO₂/FiO₂, dan foto toraks. Hasil menunjukkan pasien pertama mengalami peningkatan skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) dari 4 menjadi 6, sedangkan pasien kedua mengalami penurunan skor dari 5 menjadi 4. Implementasi oral hygiene menggunakan chlorhexidine 0,2% berpotensi membantu menurunkan risiko Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada pasien dengan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU).
Copyrights © 2026