Ketidakstabilan hemodinamik pada pasien ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) akibat tirah baring lama memerlukan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan mobilisasi dini bertahaap fase I terhadap Stabilisasi tekanan darah dan frekuensi nadi pada pasien STEMI di Ruang perawatan Intensif. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien STEMI laki-laki berusia kurang dari 75 tahun. Intervensi dilaksanakan sebanyak tiga sesi dalam dua hari dengan durasi 15–30 menit per sesi menggunakan penapisan Skala Borg. Pasca-intervensi hingga sesi 3, kedua pasien menunjukkan penurunan parameter hemodinamik yang stabil. Tekanan darah Tn. D turun dari 150/89 mmHg menjadi 111/63 mmHg (nadi 71 ke 60 x/menit), sedangkan Tn. M turun dari 139/91 mmHg menjadi 126/80 mmHg (nadi 101 ke 67 x/menit). Skor Skala Borg konsisten bernilai 0. Simpulan: Mobilisasi dini bertahap fase I efektif dan aman dalam menjaga serta mengoptimalkan stabilitas hemodinamik pasien STEMI. Mobilisasi dini bertahap fase pertama yang dilakukan dalam 12 hingga 18 jam pasca serangan pada STEMI anteroseptal terbukti aman dan efektif dalam meningkatkan hemodinamik yang di tandai dengan penurunan tekanan darah dan frekuensi nadi tanpa mnimbulkan komplikasi klinis.
Copyrights © 2026