Depresi postpartum adalah gangguan mood yang kerap menimpa ibu setelah melahirkan, namun seringkali tidak dikenali maupun ditangani dengan semestinya. Dampak yang ditimbulkannya tidak hanya menyentuh kesehatan ibu, tetapi juga berpengaruh pada tumbuh kembang bayi dan keharmonisan keluarga secara keseluruhan. Kajian ini bertujuan menelusuri dan memetakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya depresi postpartum pada ibu nifas berdasarkan bukti-bukti penelitian terkini yang dilakukan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur dilakukan secara eksklusif melalui dua basis data nasional, yaitu Google Scholar dan Garuda, mencakup publikasi tahun 2021 hingga 2026. Dari 532 artikel yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 20 studi lolos seleksi dan dianalisis secara naratif. Temuan kajian mengelompokkan faktor risiko ke dalam tiga ranah utama: psikologis, sosial, serta obstetri dan biologis. Minimnya dukungan suami menjadi faktor yang paling banyak muncul, ditemukan pada 18 dari 20 studi (90%), dengan risiko relatif yang cukup tinggi. Hasil ini menggarisbawahi pentingnya skrining dini menggunakan EPDS sejak periode antenatal serta perlunya program nifas yang secara aktif mengikutsertakan suami dan anggota keluarga.
Copyrights © 2026