Pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya wisata bahari, memerlukan kesiapan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 40 responden yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas pariwisata. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan dikonversi ke dalam indeks persentase untuk menentukan tingkat kesiapan masyarakat berdasarkan empat dimensi modal masyarakat, yaitu modal ekonomi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Modal kelembagaan memiliki nilai tertinggi sebesar 83,17% dan modal sosial sebesar 80,35% (kategori sangat tinggi), diikuti oleh modal budaya sebesar 65,77% dan modal ekonomi sebesar 63,25% (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki modal sosial dan kelembagaan yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Selain itu, modal ekonomi dan sosial memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam pengembangan usaha wisata bahari dan penyediaan fasilitas pendukung. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penguatan kapasitas masyarakat, khususnya pada aspek ekonomi dan keterampilan teknis, guna mendukung pengelolaan kawasan yang efektif dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan di Pantai Kurenai. Sustainable tourism development, particularly marine tourism, requires community readiness, as local communities play a central role in the management and sustainable utilization of coastal resource. This study aims to analyze the level of community preparedness in supporting the development of community-based marine tourism. This study used a quantitative approach with a survey method through a questionnaire to 40 respondents who were directly or indirectly involved in tourism activities. Data were analyzed using a Likert scale and converted into a percentage index to determine the level of community preparedness based on four dimensions of community capital: economic, social, cultural, and institutional capital. The results showed that the level of community preparedness ranged from high to very high. Institutional capital had the highest value at 83.17% and social capital at 80.35% (very high category), followed by cultural capital at 65.77% and economic capital at 63.25% (high category). These findings indicate that the community has strong social and institutional capital to support community-based tourism development. In addition, economic and social capital have great potential for further development, especially in the development of marine tourism businesses and the provision of supporting facilities. These findings can serve as a basis for the village government and stakeholders in formulating strategies to strengthen community capacity, particularly in economic and technical-skill aspects, to support effective area management and sustainable marine tourism development at Kurenai Beach.
Copyrights © 2026