Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pengelola toko kelontong dalam memproses berbagai bentuk komunikasi pemasaran terpadu (IMC) dan program informasi yang disampaikan oleh SRC. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC) untuk melihat bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan oleh SRC dan model pemrosesan informasi MC Guire untuk melihat bagaimana pesan pemasaran tersebut diproses secara kognitif oleh pengelola toko. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan strategi komunikasi pemasaran terpadu (IMC) belum bisa berjalan efektif apabila hanya mengandalkan saluran digitalnya (aplikasi Ayo Toko). Namun, efektivitas komunikasi pemasaran terpadu ini terwujud ketika media digital didukung oleh komunikasi langsung melalui sales SRC dan media interaktif digital (grup WhattsApp).
Copyrights © 2026