Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan pada anak di Indonesia. Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah hipertermia akibat infeksi Salmonella typhi. Selain terapi farmakologis, tindakan nonfarmakologis seperti kompres hangat dapat digunakan untuk membantu menurunkan suhu tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam tifoid di RSUD Wonomulyo. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Suhu tubuh diukur sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat selama 15–20 menit menggunakan termometer digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired t-test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Rata-rata suhu tubuh sebelum pemberian kompres hangat adalah 38,80°C (SD = 0,56), sedangkan setelah pemberian kompres hangat menurun menjadi 37,60°C (SD = 0,42). Hasil uji Paired t-test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam tifoid. Kompres hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak demam tifoid dan dapat digunakan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis dalam penatalaksanaan hipertermia.
Copyrights © 2026