Perkembangan teknologi konstruksi mendorong inovasi penggunaan material ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan beton geopolimer sebagai alternatif beton konvensional berbasis semen. Beton geopolimer memanfaatkan material pozzolan seperti fly ash dan abu daun bambu yang kaya kandungan silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃) sehingga mampu membentuk ikatan polimer dengan bantuan alkali aktivator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu daun bambu terhadap kuat tekan, nilai slump, berat isi, dan pola retak beton geopolimer berbahan dasar fly ash. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium di Laboratorium Politeknik Negeri Ambon dengan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi abu daun bambu yang digunakan sebesar 6%, 8%, dan 10% dari total berat fly ash dengan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari dan konversi umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu daun bambu mampu meningkatkan kuat tekan beton hingga kadar optimum 8%. Nilai kuat tekan umur 7 hari berturut-turut sebesar 9,62 MPa; 13,96 MPa; dan 12,64 MPa, sedangkan hasil konversi umur 28 hari sebesar 14,80 MPa; 21,47 MPa; dan 19,44 MPa. Analisis regresi menunjukkan setiap penambahan 1% abu daun bambu meningkatkan kuat tekan sebesar 0,755 MPa pada umur 7 hari dan 1,16 MPa pada konversi umur 28 hari. Penggunaan abu daun bambu juga memengaruhi workability dan berat isi beton. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan abu daun bambu sebesar 8% sebagai komposisi optimum beton geopolimer karena memberikan peningkatan kuat tekan paling baik serta berpotensi mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Copyrights © 2025