Peningkatan volume lalu lintas di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur jalan yang andal dan berdaya tahan tinggi, khususnya jalan tol yang mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Perkerasan kaku (rigid pavement) banyak digunakan pada pembangunan jalan tol karena memiliki kapasitas struktural tinggi, umur layanan panjang, dan mampu menahan beban lalu lintas berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pelaksanaan, pengendalian mutu, dan praktik keinsinyuran pada pekerjaan rigid pavement di Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, checklist inspeksi, serta evaluasi pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga Divisi 9 Tahun 2020 tentang Perkerasan Beton Semen Portland. Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi pekerjaan persiapan, pemasangan dowel dan tie bar, pengecoran beton, grooving, curing, cutting, dan joint sealant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rigid pavement secara umum telah memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Penerapan quality control melalui slump test, pengukuran temperatur beton segar, dan prosedur inspeksi memberikan kontribusi penting dalam menjaga mutu perkerasan. Selain itu, penerapan keselamatan kerja, profesionalisme keinsinyuran, dan manajemen konstruksi mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan serta meminimalkan potensi cacat konstruksi. Namun, perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama selama pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen konstruksi berbasis kondisi cuaca, peningkatan sistem monitoring, dan optimalisasi quality assurance untuk meningkatkan kinerja dan durabilitas perkerasan kaku pada proyek infrastruktur jalan di Indonesia.
Copyrights © 2026