Ketersediaan air bersih pada fasilitas pendidikan dasar menjadi permasalahan penting, terutama di wilayah tropis yang mengalami ketidakstabilan distribusi curah hujan antara musim hujan dan musim kemarau. SDN 007 Bangkinang, Kabupaten Kampar, masih bergantung pada pasokan air PDAM dan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekolah sehingga rentan terhadap gangguan pasokan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanenan air hujan berdasarkan data hidrologi dan spasial, menentukan kapasitas tangki optimum melalui simulasi keseimbangan air, merancang sistem teknis Rainwater Harvesting (RWH), serta mengevaluasi kelayakan ekonominya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data curah hujan periode 2014–2023 dari BMKG, interpretasi citra Google Earth Pro untuk analisis area tangkapan atap, serta simulasi water balance bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Bangkinang memiliki curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.185 mm dengan luas area tangkapan efektif sebesar 650 m². Potensi pemanenan air hujan mencapai 1.521.000 liter per tahun atau jauh melebihi kebutuhan sanitasi sekolah sebesar 336.000 liter per tahun. Simulasi menunjukkan bahwa kapasitas tangki 10 m³ mampu memberikan reliabilitas sistem sebesar 100% sepanjang tahun. Sistem yang dirancang terdiri atas talang PVC, first flush diverter, filter sedimentasi, dan tangki polietilena 10.000 liter. Analisis ekonomi menunjukkan sistem layak diterapkan dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,47–1,70 dan payback period sekitar 6,8 tahun. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem RWH pada fasilitas pendidikan dasar sebagai alternatif penyediaan air sanitasi berkelanjutan sekaligus media edukasi konservasi air. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa integrasi analisis hidrologi dan spasial dapat mendukung perencanaan infrastruktur air yang lebih adaptif pada wilayah tropis.
Copyrights © 2025