Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Portal E-Sertifikat dengan QR Code Menggunakan PHP dan MYSQL Muhhammad Rifal Hidayat; Deddy Gusman; Hanantatur Adeswastoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i1.1

Abstract

The increasing globalization of integrated system communication technology makes the world seem to be borderless, especially with the increasingly widespread use of the internet (interconnection network). One of the most developed cyber activities related to the use of the internet is electronic business transactions, the definition of Electronic Transactions is legal acts carried out with using computers, computer networks and other electronic media. Meanwhile, an electronic system is a series of electronic devices and procedures that function to prepare, collect, process, analyze, store, display, announce, transmit and/or disseminate electronics. Currently, the need for information in activities to get certificates such as seminars, training, webinars and others is sought after by not only students but also the general public. This is due to the large number of companies that require a certificate of activity when applying for a job and graduation in Higher Education. In handling the process of processing data activities which includes member registration, activity planning, certificate printing to report printing until now is still running traditionally in the sense that certificate printing is carried out collectively so that data processing often occurs loss and damage to data on activities that have been carried out and the length of time for printing certificates, this is because certificate printing is carried out 1 (one) week after the activity is carried out.
THE APPLICATION OF MASHRABIYA (LATTICEWORK) PRINCIPLES IN MODERN TROPICAL ARCHITECTURE FOR ENERGY-EFFICIENT PASSIVE COOLING Hanantatur Adeswastoto; Shakib Ahmed; Aylin Erdogan
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 2 No. 5 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v2i5.2507

Abstract

The increasing reliance on energy-intensive active cooling systems in modern tropical architecture presents a significant challenge to sustainable development. Traditional, vernacular design strategies, such as the Islamic Mashrabiya (ornate latticework screens), offer time-tested principles for passive climate mitigation that are largely underexplored in contemporary building science. This study aims to quantitatively evaluate the effectiveness of integrating Mashrabiya-inspired building facades as a passive cooling strategy to reduce solar heat gain and enhance thermal comfort in modern tropical buildings. A quantitative, simulation-based methodology was employed. Using building performance simulation software (EnergyPlus), a prototypical contemporary office building in a hot-humid tropical climate was modeled. Several facade designs incorporating different Mashrabiya patterns, porosities, and materials were simulated and compared against a conventional glazed curtain wall baseline. Key performance indicators included indoor operative temperature, solar radiation transmittance, and annual cooling energy demand. The findings demonstrate that facades with optimized Mashrabiya-inspired designs significantly improved building performance. The best-performing screen designs reduced direct solar heat gain by up to 55% and lowered the annual cooling energy consumption by over 25% compared to the baseline, while still maintaining sufficient daylight levels.  The application of Mashrabiya principles is a highly effective and viable passive design strategy for modern tropical architecture. This research confirms that reinterpreting traditional architectural elements offers a culturally resonant and sustainable pathway to creating energy-efficient and comfortable buildings.
Analisis Potensi, Optimasi, dan Kelayakan Rainwater Harvesting pada Fasilitas Pendidikan SDN 007 Bangkinang Arfi Desrimon; Hanantatur Adeswastoto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17983

Abstract

Ketersediaan air bersih pada fasilitas pendidikan dasar menjadi permasalahan penting, terutama di wilayah tropis yang mengalami ketidakstabilan distribusi curah hujan antara musim hujan dan musim kemarau. SDN 007 Bangkinang, Kabupaten Kampar, masih bergantung pada pasokan air PDAM dan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekolah sehingga rentan terhadap gangguan pasokan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanenan air hujan berdasarkan data hidrologi dan spasial, menentukan kapasitas tangki optimum melalui simulasi keseimbangan air, merancang sistem teknis Rainwater Harvesting (RWH), serta mengevaluasi kelayakan ekonominya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data curah hujan periode 2014–2023 dari BMKG, interpretasi citra Google Earth Pro untuk analisis area tangkapan atap, serta simulasi water balance bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Bangkinang memiliki curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.185 mm dengan luas area tangkapan efektif sebesar 650 m². Potensi pemanenan air hujan mencapai 1.521.000 liter per tahun atau jauh melebihi kebutuhan sanitasi sekolah sebesar 336.000 liter per tahun. Simulasi menunjukkan bahwa kapasitas tangki 10 m³ mampu memberikan reliabilitas sistem sebesar 100% sepanjang tahun. Sistem yang dirancang terdiri atas talang PVC, first flush diverter, filter sedimentasi, dan tangki polietilena 10.000 liter. Analisis ekonomi menunjukkan sistem layak diterapkan dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,47–1,70 dan payback period sekitar 6,8 tahun. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem RWH pada fasilitas pendidikan dasar sebagai alternatif penyediaan air sanitasi berkelanjutan sekaligus media edukasi konservasi air. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa integrasi analisis hidrologi dan spasial dapat mendukung perencanaan infrastruktur air yang lebih adaptif pada wilayah tropis.
Analisis Perbandingan Durasi Pelaksanaan Proyek Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Fast Track pada Pembangunan Jembatan Agus Alisa Putra; Hanantatur Adeswastoto; Beny Setiawan; Putri Amanda
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.18003

Abstract

Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pada proyek konstruksi jembatan yang memiliki hubungan ketergantungan antaraktivitas pekerjaan yang cukup kompleks. Keterlambatan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dapat memengaruhi keseluruhan waktu penyelesaian proyek dan berpotensi menimbulkan tambahan biaya pelaksanaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek adalah metode fast track, yaitu metode percepatan proyek melalui penerapan aktivitas pekerjaan secara tumpang tindih (overlapping) tanpa mengubah ruang lingkup pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan durasi pelaksanaan proyek sebelum dan sesudah penerapan metode fast track pada proyek pembangunan jembatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder berupa jadwal proyek, laporan kemajuan pekerjaan, dan dokumen pendukung proyek lainnya. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi lintasan kritis proyek, kemudian melakukan penyesuaian hubungan antaraktivitas pekerjaan melalui sistem overlapping pada aktivitas kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek yang semula direncanakan selama 198 hari kalender dapat dipercepat menjadi 168 hari kalender setelah penerapan metode fast track. Dengan demikian, diperoleh efisiensi waktu sebesar 30 hari atau sekitar 15,15% dari durasi awal proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fast track dapat menjadi alternatif percepatan waktu pada proyek konstruksi jembatan apabila didukung oleh koordinasi, pengawasan, dan pengendalian jadwal yang baik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis pengaruh penerapan fast track terhadap biaya dan mutu pekerjaan konstruksi.