Material perbaikan struktur memerlukan performa mekanik dan durabilitas yang tinggi, namun penggunaan semen dalam jumlah besar pada mortar berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mekanik mortar berserat yang menggunakan High Volume Fly Ash (HVFA), superplasticizer, dan serat Polyvinyl Alcohol (PVA) sebagai material ramah lingkungan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen melalui variasi kadar fly ash, rasio air terhadap binder, dosis superplasticizer, dan persentase serat PVA. Pengujian meliputi karakteristik mortar segar, kuat tekan, dan kuat tarik mortar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dalam jumlah tinggi menyebabkan penurunan kuat tekan awal akibat reaksi pozzolanik yang lebih lambat dibandingkan semen Portland. Namun demikian, penggunaan fly ash sebesar dua kali berat semen masih mampu menghasilkan kuat tekan di atas 20 MPa. Rasio air terhadap binder optimum diperoleh pada nilai 0,23, sedangkan dosis superplasticizer optimum sebesar 2% dari berat binder. Penggunaan superplasticizer berlebih menyebabkan bleeding dan menurunkan kuat tekan mortar. Peningkatan kadar serat PVA mampu meningkatkan kuat tarik dan ketahanan retak melalui mekanisme crack bridging, meskipun kuat tekan cenderung menurun akibat berkurangnya workability dan meningkatnya porositas. Secara keseluruhan, kombinasi HVFA, superplasticizer, dan serat PVA berpotensi menghasilkan mortar berkelanjutan dengan performa mekanik yang memadai.
Copyrights © 2026