Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan beban pengobatan jangka panjang yang membebani pembiayaan kesehatan, sehingga pemilihan terapi antihipertensi yang cost-effective menjadi pertimbangan penting bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan penyelenggara jaminan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan efektivitas biaya penggunaan amlodipin dan kandesartan pada pasien hipertensi rawat jalan peserta BPJS Kesehatan. Metode: Desain penelitian bersifat non-eksperimental deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari 90 rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar periode Januari hingga Desember 2022. Efektivitas terapi diukur dari capaian target penurunan tekanan darah, sedangkan biaya dihitung dari total biaya pengobatan langsung. Analisis efektivitas biaya dilakukan melalui perhitungan Average Cost-Effectiveness Ratio. Hasil: Kelompok amlodipin mencapai target penurunan tekanan darah pada 95,55 persen pasien dengan rata-rata biaya Rp137.800 dan nilai ACER Rp1.442, sedangkan kelompok kandesartan mencapai target pada 66,66 persen pasien dengan rata-rata biaya Rp152.895 dan nilai ACER Rp2.293. Simpulan: Amlodipin lebih cost-effective dibandingkan kandesartan pada pasien hipertensi rawat jalan peserta BPJS di rumah sakit tersebut, ditunjukkan oleh efektivitas yang lebih tinggi disertai nilai ACER yang lebih rendah.
Copyrights © 2026