cover
Contact Name
Putu Lakustini Cahyaningrum, S.Si, M.Si
Contact Email
nining@unhi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
widya.kesehatan@unhi.ac.id
Editorial Address
Jalan Sangalangit, Tembau, Denpasar Timur, Denpasar 80238 - Bali - Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 26571064     DOI : https://doi.org/10.32795
Core Subject : Health,
Widya Kesehatan adalah jurnal yang memuat naskah ilmiah dalam bidang kesehatan tradisional komplementer berupa hasil penelitian, artikel lulusan, kajian pustaka dan laporan kasus yang belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dalam penerbitan dijurnal manapun. Widya Kesehatan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan Oktober). Widya Kesehatan diterbitkan oleh Program Studi Kesehatan Ayurweda Fakultas Kesehatan Universitas Hindu Indonesia Denpasar. Widya Kesehatan menerima naskah dari dosen, peneliti, mahasiswa maupun praktisi yang belum pernah diterbitkan dalam publikasi lain dengan ketentuan seperti tercantum pada bagian belakang jurnal ini.
Articles 144 Documents
SEHAT DALAM AYURWEDA Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.276

Abstract

Umat Hindu memiliki kitab suci Weda yang sangat terkenal.Kitab suci ini terbagi dalam dua golongan besar yakni kitab Sruti dan Smerti.Keduanya masing-masing dibagi-bagi lagi menurut kumpulan isinya.Kitab Ayurweda yang merupakan upaweda dari Kitab Rg Weda mengandung banyak tentang sistem pengobatan yang sangat mendasar.Sistem pengobatan ini dibagi lagi menjadi 8 (delapan) sub sistem yang dikenal dengan Astangga Ayurweda.Konsep sehat secara ayurweda memberikan tuntunan untuk mencapai sehat jasmani maupun rohani yang dikenal dengan sehat secara holistik.Konsep sehat dalam ayurweda identik dengan konsep sehat menurut WHO (World Health Organisation). Hal pokok yang membuat kedua konsep ini sama ialah bahwa sehat itu tidak hanya melibatkan komponen fisik namun juga sosial dan spiritual. Untuk memelihara hidup agar tetap sehat, perlu diketahui konsep sehat dalam ayurweda serta upaya pemeliharaannya dengan konsep Tri Upasthamba :Ahara (tentang diet), Nidra (tentang pola tidur) dan Brahmacharya (pengendalian energi seksual). Orang akan senantiasa sehat (swasthya)bilamanamemahami konsep sehat dan dapat mengatur pola makanan, pola istirahat dan pengendalian energi seksual yang benar. Kesehatan adalah modal utama mencapai cita-cita hidup oleh karenanyapengetahuan tentang konsep sehat dalam ayurweda dan upaya memelihara kesehatan perlu senantiasa diketahui untukkemudian dipraktekkan dalam upaya menghidari diri dari gangguan penyakit.
MULTIKULTURALISME USADA BALI Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.277

Abstract

Dua sistem pengobatan yang berkembang di era milenial saat ini adalah sistem Bio Medis kedokteran dan sistem Bio Kultural atau pengobatan tradisional. Usada Bali merupakan sistem pengobatan tradisional Bali yang sampai sekarang masih dilakukan di Bali. Usada Bali merupakan turunan dari Ayurweda. Ayurweda merupakan bagian dari Upaweda, sedangkan Upaweda merupakan bagian dari Weda Smerti. Masuk ke Bali pada abad X pada jaman Pemerintahan Raja Udayana. Sistem Usada Bali dasarnya adalah Empiriko Logis Magis Religius (pengalaman yang masuk akal dan ada unsur magis dan religious). Sistem pengobatan tradisional oleh WHO diakui sebagai Tradisional Medicine / Complementary and Alternative Medicine (TM/CAM). Kedatangan Dokter Wolfgank Von Wack tahun 1937 bertugas di Bali merupakan sebuah petunjuk bahwa Usada Bali kena pengaruh modernism. Secara legal formal sistem pengobatan Usada Bali mulai selangkah demi selangkah terpinggirkan. Dengan adanya regulasi Dasar Hukum legal formal dari Pemerintah tentang Pengobatan Tradisional, Usada Bali mulai mendapat perhatian. Gubernur Bali saat ini telah mempublikasikan dan akan menyediakan media bagi para Balian untuk praktek. Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyatakan Balian dapat bersinergi bila telah melewati standarisasi Fitofarmaka yang berlaku. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Rektor Universitas Hindu Indonesia menyambut dengan baik regulasi ini. Sekarang kesempatan dunia akademik mendapat peran lebih banyak agar Sistem Pengobatan Usada Bali semakin maju. Dalam penelitian ini diajukan tiga masalah yaitu: (1) Bagaimanakah eksistensi Usada Bali? (2) Bagaimanakah Usada Bali dalam multikulturalisme? (3) Dapatkah Usada Bali menunjang kehidupan masyarakat Bali?
TERAPI PASIR PANAS (TAPA SVEDA) UNTUK KESEHATAN PERSPEKTIF AYURWEDA Putra Suta, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.278

Abstract

Hidup sehat dan umur panjang adalah sebuah harapan dan dambaan semua orang, sebagaimana yang diajarkan dalam Ayurweda, namun untuk menjaga agar tubuh tetap sehat sering kali dilupakan banyak orang, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit.Untuk mengembalikan kesehatannya maka akan dilakukan pengobatan atau terapi, di dalam Ayurweda disebut dengan Chikitsa. Sebuah fenomena tentang terapi untuk kesehatan banyak kita jumpai dalam kehidupan masyarakat kita. Salah satu dari berbagai metoda terapi tersebut adalah terapi menggunakan pasir panas (Tapa Sweda). Fenomena tersebut dijadikan objek penelitian dengan judul penelitian: Terapi Pasir Panas(Tapa Sveda) Untuk Kesehatan Perspektif Ayurweda. Penelitian ini menggunakan metode kwalitatif, dengan pendekatan Ayurweda. Ayurweda dipakai sebagai pendekatan karena usada Bali memiliki prinsip dasar pengobatan yang sama dengan Ayurweda yaitu dengan bahan alam. Dari hasil pembahasan terhadap rumusan masalah maka didapat simpulan bahwaTapa Sveda adalah sebuah terapi dengan menggunakan media pasir panas sebagai sebuah terapi berkeringat (Svedacaraniya cikitsita) yang bertujuan mengeluarkan ama (racun tubuh). Terapi pasir panas(Tapa sweda)dapat mengatasi beberapa penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh unsur vata dan kapha, yaitu penyakit yang disebut Ama Vata atau rematik akut.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MADUTERNAKAN DAN MADU KELENGKENG SEBAGAI PENGOBATAN ALAMI Cahyaningrum, Putu Lakustini
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.279

Abstract

Dalam madu terdapat sumber kesehatan yang sangat luar biasa dan sangat bermanfaat untuk berbagai bentuk pengobatan yang alami. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiaktivitasantioksidandariduajenismadu yang berbedayaitumaduternakandanmadukelengkengdenganmenggunakanmetode DPPH.Dalam penelitian ini, penentuan aktivitas antiradikal bebas pada madu ternakan dan madu kelengkeng dilakukan secara langsung tanpa ada pemisahan dan pemurnian senyawa sehingga aktivitas antiradikal bebas yang dihasilkan tidak hanya dihasilkan oleh satu senyawa (misalnya karoten) melainkan hasil kerja sama senyawa-senyawa antioksidan yang terdapat pada madu. Dari hasilpenelitiandiperolehhasilbahwarata-rata persentase peredaman absorbansi DPPH madu ternakansebesar69,37 % sedangkan madu kelengkeng 82,10 % sehingga persentase peredaman absorbansi DPPH yang paling besar terdapat pada madukelengkeng. Hal ini membuktikan bahwa madu dengan jenis bunga yang berbeda memiliki aktivitas antiradikal bebas berbeda pula. Perbedaan ini disebabkan karena sumber nektar kedua madu tersebut berbeda sehingga komposisi senyawanya juga berbeda. Nilai aktivitas antiradikal bebas yang tinggi pada madu, merupakan hasil kerjasama oleh beberapa senyawa antioksidan seperti flavonoid, vitamin E, vitamin C, beta karoten, asam fenolik dan lain sebagainya.
BAWANG MERAH DAN MANFAATNYA BAGI KESEHATAN Aryanta, I Wayan Redi
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.280

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum, shallot) lazim dikonsumsi sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan, dan dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Menurut Usada Bali, bawang merah digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit seperti : pusing (vertigo, pengeng), bisul, batuk, batuk kering (cekehan), batuk sesak (dekah), disentri (mejen), sembelit, susah tidur (insomnia), dan pilek (untuk anakanak dan bayi).Secara umum, bawang merah memiliki kandungan gizi dan senyawa aktif yang berfungsi preventif yang diperoleh ketika dikonsumsi sebagai bumbu masakan, dan berfungsi kuratif saat dimanfaatkan sebagai obat herbal. Beberapa senyawa kimia aktif (senyawa sulfur) pada bawang merah yang berefek farmakologis terhadap kesehatan antara lain :alliin, allisin, adenosin, dialil-disulfida, dialil-trisulfida, ajoene, prostaglandin A-1, dialil-sulfida, floroglusinol, kaemferol, sikloaliin, dan difenil-amina. Terapi medis dengan bawang merah yang telah lama dilakukan di Indonesia dan di beberapa negara lain ditujukan untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit seperti : ambeien, asma, batuk, bisul, cacingan, demam, diabetes mellitus, disentri, hipertensi, infeksi kulit kepala, kutil (papiloma), kutu air, masuk angin, mata ikan (klavus), gangguan buang air kecil, mimisan, perut kembung, rematik, sakit perut (mulas), sariawan, selesma, sembelit, sengatan serangga, sakit kepala, kelainan prostat, difteri, parotitis (gondong), bronkhitis kronis. radang tonsil, gangguan jantung, kolesterol LDLtinggi, aterosklerosis, tuberkulosis, gangguan pencernaan, obesitas, eksim, luka memar, radang anak telinga, kanker, impotensi, daya tahan tubuh lemah, dan rambut rontok.
FUNGSI MENGKUDU DALAM BANTEN PAMALI PADA UPACARA MECARU Yuliari, Sang Ayu Made
Widya Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i1.281

Abstract

Banten merupakan sarana bhakti bagi umat Hindu di Bali. Banten identik dengan Bali karena banten mempunyai daya tarik yang berifat magis sehingga turis asing banyak yang datang ke Bali.Salah satu banten tersebut adalah banten pamali. Berdasarkan hal itu maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengkudu sebagai sarana dalam banten pamali pada upacara mecaru, untuk mengetahui tata cara menyusun banten pamali dan untuk mengetahui fungsi mengkudu dalam banten pamali pada upacara mecaru. Untuk mendapatkan data digunakan metode porposif sampling dengan jenis penelitian kualitatif,untuk membedahnya memakai teori simbol dan Fungsionalisme struktural. Teori ini digunakan karena banten masih fungsional di masyarakat. Adapun hasil yang diperoleh 1)mengkudu adalah tanaman yang memiliki khasiat obat 2) tata cara menyusun banten pamali yaitu sebuah baki/tempeh diisi dengan taledan nasi kacang saur jajan buah/raka-raka, sate,lindung, capung, katak mengkudu bungsil,clebingkah yang bertanda tapak dara, sorohan alit dan canang sari ,3) mengkudu dalam banten pamali dapat berfungsi religius dan fungsi kesehatan.
MASA DEPAN USADA BALI DALAM WACANA MODERNITAS Suatama, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.459

Abstract

Modernitas menawarkan berbagai nilai baru yang berpotensi menggilas nilai-nilai tradisional, termasuk pada bidang kesehatan masyarakat. Fenomena ini juga terjadi dalam praktik pengobatan Usada Bali yang semakin terpinggirkan akibat hegemoni medis modern. Kendati demikian, eksistensi Usada Bali juga ditopang oleh kepercayaan masyarakat, sumber-sumber literatur, dan regulasi negara sebagai modal dasar pengembangannya. Ketiga modal ini terakumulasi dengan habitus, ranah, dan praktik sosial yang dinegosiasikan secara dialektis dalam pengobatan Usada Bali. Atas dasar itulah, optimalisasi kepercayaan masyarakat, pemosisian dalam wacana ilmiah, dan kapitalisasi regulasi negara menjadi dimensi penting yang menentukan masa depan Usada Bali dalam wacana modernitas.
TERAPI PIJAT IBU HAMIL UNTUK MENGURANGI SPASME OTOT PADA MASA TRIMESTER AKHIR KEHAMILAN Suarniti, Ni Luh Kade; Cahyaningrum, Putu Lakustini; Wiryanatha, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.460

Abstract

Menjaga keseimbangan tubuh selama masa kehamilan sangat penting dari awal sampai akhir kehamilan, agar tidak terjadi gangguan yang tidak diinginkan salah satunya spasme otot. Gangguan spasme otot yang menimbulkan rasa nyeri dapat mengganggu ibu hamil dalam beraktifitas. Salah satu cara untuk mengurangi spasme otot adalah dengan terapi pijat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan memahami terapi pijat ibu hamil dapat mengurangi spasme otot, mengetahui tata cara yang digunakan dalam terapi pijat ibu hamil untuk mengurangi spasme otot, dan implikasi terapi pijat ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode snow ball sampling, jenis penelitian kualitatif. Menggunakan teori fungsionalisme struktural serta pendekatan ayurweda khususnya snehana. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar pada tempat terapi pijat ibu hamil dengan objek penelitian praktisi pijat dan ibu hamil trimester akhir. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, terapi pijat dapat mengurangi spasme otot karena pijat dapat mengurangi tekanan dari saraf dan otot, melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh, dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Tata cara pijat yang digunakan sama dengan pijat pada umumnya tetapi berbeda dalam teknik pengambilan dengan tiga teknik yaitu mengusap, memutar, dan meremas (effleurage, friksi, dan petrisage), dengan melakukan pemijatan secara rutin didapatkan Implikasi yaitu: Mengurangi rasa nyeri punggung ibu hamil, meningkatkan kualitas tidur, dan menimbulkan perasaan bahagia pada ibu hamil.
MEDITASI UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA IBU HAMIL Suristyawati, Putri; Made Yuliari, Sang Ayu; Putra Suta, Ida Bagus
Widya Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.461

Abstract

Seorang ibu pada masa kehamilan akan mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologi seperti kecemasan. Upaya tradisional komplementer yang dilakukan dalam mengatasi kecemasan pada ibu hamil yaitu dengan meditasi. Meditasi yaitu metode memusatkan pikiran yang dapa membantu ibu berpikir positif dan memberikan rasa tenang dan bahagia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui meditasi, tata laksana meditasi dan implikasi meditasi kepada ibu hamil. Jenis penelitian ini kualitatif menggunakan metode snow ball sampling dengan sasaran ibu hamil yang dilakukan pada tempat pelatihan-pelatihan yoga di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pendekatan ayurweda menggunakan tiga teori yaitu teori yoga, teori fenomenologi dan teori fungsionalisme struktural. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa meditasi dapat mengatasi kecemasan pada ibu hamil karena meditasi merupakan salah satu metode untuk memusatkan pikiran, tata laksana dalam meditasi yaitu : menyiapakan alat-alat, doa pembuka, melakukan yoga asanas, memulai meditasi dengan melakukan sikap tubuh meditasi, memfokuskan pada pernapasan pada saat meditasi, memberikan afirmasi positif selama 10-15 menit, megakhiri meditasi degan menarik napas panjang tiga kali kembali kekesadaran diri, gerakan jari tangan dan jari kaki, buka kedua mata perlahan lalu gosokan kedua tangan lalu usapkan dengan lembut pada wajah sampai seluruh tubuh, doa penutup. Implikasi yang ditimbulkan setelah melakukan meditasi ibu hamil yaitu: ibu hamil merasakan rasa tenang, nyaman dan mampu berpikir positif pada masa kehamilan
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK HERBAL AYURVEDA (Studi Pada Konsumen di Kota Denpasar) Abiyoga Wulandari, Ni Luh Adisti
Widya Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Widya Kesehatan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyakesehatan.v1i2.462

Abstract

Perilaku masyarakat dalam penggunaan produk herbal Ayurveda akan mengungkap berbagai keputusan masyarakat dalam mengkonsumsi produk tersebut. Perilaku penggunaan produk herbal Ayurveda akan menggambarkan tidak hanya pada tahap konsumsi produk yaitu berbagai cara penggunaan dan intensitas penggunaan produk, tetapi alasan penggunaan dan dimana ia membeli atau memperoleh produk. Analisis tingkat brand awareness (kesadaran merek) menjadi penting bagi produsen, karena konsumen akan cenderung membeli produk yang sudah dikenal atau diingat olehnya. Selain ingatan terhadap merek, faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah persepsi/kesan kualitas merek atau brand perceived quality. Persepsi kualitas merek adalah pencerminan persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan maksud yang diharapkan. Penelitian dilakukan pada 100 orang responden di Kota Denpasar yang mengetahui tentang produk herbal Ayurveda dan pernah mengkonsumsi produk tersebut dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Hasil penelitian menunjukkan konsumen di Kota Denpasar mempunyai tingkat kesadaran merek dan kesan kualitas merek yang baik pada produk herbal Ayurveda. Disamping itu diperoleh hasil bahwa brand awareness dan brand perceived quality berpengaruh positif dan signifikan pada keputusan pembelian produk herbal Ayurveda baik secara parsial maupun simultan. Maka dari itu, produsen produk herbal Ayurveda hendaknyalah meningkatkan kepercayaan konsumen, disamping melakukan evaluasi dan pengembangan kualitas produk.

Page 1 of 15 | Total Record : 144